Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Agustus 2026 | 05.13 WIB

GIIAS 2026 Ditutup, Koalisi Sipil Tagih Komitmen Industri soal Kendaraan Listrik

GIIAS 2026 menjadi momentum Koalisi Masyarakat Sipil mendesak industri otomotif mempercepat transisi ke kendaraan listrik dan membangun ekosistem BEV. (Istimewa) - Image

GIIAS 2026 menjadi momentum Koalisi Masyarakat Sipil mendesak industri otomotif mempercepat transisi ke kendaraan listrik dan membangun ekosistem BEV. (Istimewa)

JawaPos.com - Pada hari terakhir pameran GIIAS 2026, isu transisi energi dan kendaraan listrik kembali mencuat setelah Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi edukasi publik dan mendesak industri otomotif mempercepat peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi edukasi publik dengan membagikan flyer bertajuk “Pilih Kendaraan yang Gak Nyusahin Orang Lain”. 

Melalui aksi tersebut, koalisi mendorong Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) dan para anggotanya agar lebih serius mempercepat transisi energi di sektor transportasi.

Koalisi menegaskan bahwa tanggung jawab pabrikan otomotif tidak berhenti pada tahap produksi dan pameran, melainkan mencakup emisi Scope 3, yaitu termasuk jejak karbon purna jual dari jutaan kendaraan fosil dan hibrida yang mereka lepas ke jalan raya. 

Industri juga perlu memperkuat ekosistem kendaraan listrik, mulai dari infrastruktur pengisian daya hingga memperbanyak pilihan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Pasar Kendaraan Listrik Terus Tumbuh

Dorongan tersebut muncul di tengah perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Koalisi menyebut pasar EV nasional tumbuh 69,4 persen pada semester I 2026.

Pertumbuhan itu menunjukkan kendaraan elektrifikasi semakin mendapat perhatian konsumen Indonesia. Namun, koalisi masih menyoroti penggunaan mobil hybrid. Menurut mereka, kendaraan hybrid masih menggunakan mesin pembakaran dan bahan bakar minyak sehingga belum sepenuhnya meninggalkan energi fosil.

Bondan Andriyanu, Outreach and Advocacy Manager CERAH, menilai kebijakan pemerintah sebaiknya semakin mendorong penggunaan kendaraan listrik murni.

“Kami melihat ada dorongan dari industri untuk tidak segera bertransisi secara penuh, termasuk dengan mempromosikan hibrida,” ujar Bondan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore