
Dr. Hugh O'Connor menciptakan baterai aliran cetak 3D untuk menekan biaya riset penyimpanan energi (BBC)
JawaPos.com - Upaya dunia mempercepat transisi menuju energi bersih tidak hanya bergantung pada pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan angin, tetapi juga pada kemampuan menyimpan listrik yang dihasilkannya.
Peneliti di Queen's University Belfast (QUB), Irlandia Utara, Inggris, mengembangkan baterai aliran (flow battery) cetak 3D berbiaya rendah untuk menyamakan standar penelitian di berbagai laboratorium dunia.
Terobosan ini diharapkan mempercepat pengembangan teknologi penyimpanan energi yang menjadi salah satu kunci transisi menuju energi bersih. Baterai aliran dipandang sebagai salah satu teknologi penyimpanan energi yang menjanjikan karena mampu menyimpan kelebihan listrik dari sumber energi terbarukan untuk digunakan ketika produksi listrik menurun akibat angin tidak bertiup atau sinar matahari berkurang.
Dilansir dari BBC, Selasa (21/7/2026), terobosan tersebut berawal ketika peneliti pascadoktoral Dr. Hugh O'Connor membutuhkan sel baterai aliran untuk penelitian doktoralnya. Harga perangkat komersial yang mencapai £2.000-£3.000, atau sekitar Rp48,2 juta-Rp72,3 juta (dengan kurs Rp24.100 per pound sterling), mendorongnya merancang sendiri versi cetak 3D.
"Saya mulai mencetaknya dengan printer 3D dan melakukan banyak penyesuaian kecil. Setelah melalui banyak percobaan dan kesalahan, akhirnya perangkat itu bekerja dengan sangat baik," ujar Dr. O'Connor.
Meski berhasil menyelesaikan penelitiannya, Dr. O'Connor mendapati persoalan lain ketika membandingkan hasil risetnya dengan penelitian dari berbagai laboratorium.
"Di berbagai konferensi, pertemuan, dan diskusi, kami menyadari banyak peneliti menghadapi masalah yang sama. Tiba-tiba kami memiliki sel baterai murah yang bagus dan semua sedang berusaha menyelesaikan persoalan yang sama," katanya.
Temuan itulah yang mendorong tim peneliti memikirkan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan perangkat baru. Alih-alih mengomersialkan hasil temuannya, Dr. O'Connor bersama pembimbingnya memilih membuka desain tersebut secara gratis kepada komunitas ilmiah internasional.
"Kami melihat ini sebagai kesempatan memperluas jejaring daripada sekadar memperoleh sedikit keuntungan. Kami merasa langkah ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi teknologi ini," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Kuching City vs Kitchee: The Cats Incar Poin, Wakil Hong Kong Ingin Beri Perlawanan
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022