
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand (4 dari kiri) saat menghadiri perayaan ASEAN Day di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Senin malam (10/8). (KBRI Ottawa)
JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menghadiri perayaan ASEAN Day di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Senin malam (10/8). Kehadirannya menjadi yang pertama bagi seorang Menlu Kanada dalam perayaan ASEAN Day di Ottawa sekaligus menegaskan penguatan kemitraan Kanada dengan ASEAN.
Anand hadir sebagai Tamu Kehormatan dalam acara yang dihadiri hampir 200 undangan dari kalangan korps diplomatik dan kekonsuleran, anggota parlemen, pejabat pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, serta tokoh masyarakat.
Perayaan tersebut diselenggarakan ASEAN Committee in Ottawa (ACO), yang saat ini diketuai Indonesia di bawah kepemimpinan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab.
Kehadiran Anand dinilai mencerminkan semakin kuatnya hubungan diplomatik dan ekonomi antara Kanada dengan Asia Tenggara. Indonesia menilai kehadiran tersebut juga dapat meningkatkan visibilitas ASEAN di Kanada, baik di kalangan korps diplomatik maupun masyarakat secara umum.
Kunjungan Anand ke KBRI Ottawa berlangsung hanya beberapa minggu setelah dirinya menghadiri ASEAN Foreign Ministers’ Meeting Post-Ministerial Conference (AMM PMC) ASEAN di Manila. Dalam pertemuan tersebut, ASEAN dan Kanada mengadopsi Rencana Aksi Kemitraan Strategis ASEAN-Kanada 2026-2030.
Dalam pidato pembukaan, Dubes Muhsin menekankan posisi ASEAN sebagai jangkar stabilitas di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Menurutnya, kekuatan ASEAN bertumpu pada kolaborasi dan rasa saling percaya.
"ASEAN mungkin tidak dapat menyelesaikan setiap masalah, namun ASEAN tetap menjadi kekuatan penyeimbang, mengelola perbedaan secara damai dan menjaga perdamaian tidak hanya melalui balance of power, tetapi melalui balance of trust," tegas Dubes Muhsin.
Sementara itu, Anand menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia di ACO sekaligus menegaskan kembali komitmen jangka panjang Kanada di kawasan Asia Tenggara.
"Kanada dan ASEAN mungkin dipisahkan oleh Samudra Pasifik, tetapi masa depan kita semakin terhubung. Kita memiliki kepentingan bersama dalam pasar terbuka, jalur laut yang aman, perdamaian, dan stabilitas." ujar Menlu Anand.
Anand juga menegaskan komitmen Kanada untuk merealisasikan target penyelesaian ASEAN-Canada Free Trade Agreement pada 2026.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
