
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik, di Busan, Korea Selatan, pada Oktober 2025 (Evelyn Hockstein/Reuters)
JawaPos.com - Ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Menjelang rencana pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump bulan depan, Beijing meluncurkan serangkaian langkah balasan terhadap Washington, mulai dari menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan AS hingga memperketat ekspor drone dan teknologi terkait.
Langkah tersebut diambil setelah pemerintah AS dalam beberapa pekan terakhir mengeluarkan sejumlah kebijakan yang menyasar perusahaan dan industri Tiongkok. Aksi saling balas ini menandai babak baru persaingan dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, terutama di sektor perdagangan dan teknologi.
Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Rabu (5/8) mengumumkan tujuh perusahaan Amerika masuk dalam daftar tindakan balasan. Enam perusahaan dikenai sanksi sebagai respons atas keputusan Washington yang melarang impor dari 43 perusahaan Tiongkok karena diduga terkait pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uyghur dan kelompok minoritas lainnya.
Satu perusahaan Amerika lainnya juga dimasukkan ke daftar sanksi menyusul keputusan Federal Communications Commission (FCC) yang melarang impor robot humanoid, robot berkaki empat, serta konverter daya baru yang sebagian besar diproduksi di Tiongkok.
Dengan masuknya perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam daftar tindakan balasan, seluruh entitas maupun individu di Tiongkok dilarang melakukan kerja sama bisnis atau aktivitas komersial dengan perusahaan yang dikenai sanksi.
Drone Jadi Sasaran Baru
Selain memasukkan perusahaan AS ke daftar sanksi, Beijing juga memperketat kontrol ekspor drone beserta komponen dan teknologi pendukungnya ke Amerika Serikat.
Baca Juga:Manchester United dan Arsenal Berebut Kaua Elias, Siapa Sebenarnya Striker Muda Shakhtar Donetsk
Kebijakan ini mempertegas posisi Tiongkok dalam menjaga industri teknologi strategisnya. Sebagai produsen drone terbesar di dunia, Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir terus memperketat pengawasan ekspor produk yang dinilai memiliki kepentingan strategis dan berkaitan dengan keamanan nasional.
Mengutip CNN, pemerintah Tiongkok juga mengumumkan penyelidikan keamanan nasional terhadap peralatan kantor impor yang menggunakan perangkat lunak asing. Selain itu, Beijing menghentikan sebagian kerja sama inspeksi pelacakan pabrik dengan Amerika Serikat.
Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok menegaskan pemerintahnya tidak memiliki pilihan selain mengambil langkah balasan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
