
(Dari kiri) Menteri Luar Negeri Jepang, India, Amerika Serikat, dan Australia berfoto bersama saat menggelar pertemuan di Manila, Filipina, pada 22 Juli 2026. (Kementerian Luar Negeri Jepang/Kyodo)
JawaPos.com – Jepang berkomitmen memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan dengan negara-negara ASEAN di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap aktivitas Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dalam pertemuan tahunan dengan para menteri luar negeri ASEAN di Manila, Filipina.
Seperti dilansir Kyodo, Kamis (23/7), Motegi menegaskan Jepang akan membantu negara-negara ASEAN meningkatkan kemampuan melindungi wilayah daratan maupun perairan mereka.
Menurut Motegi, ASEAN memiliki posisi sentral dalam mewujudkan visi Jepang mengenai Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Ia juga menilai tatanan internasional yang berlandaskan hukum saat ini menghadapi berbagai tantangan.
Selain kerja sama pertahanan, Jepang berjanji memperluas kolaborasi di bidang keamanan ekonomi. Fokus kerja sama mencakup rantai pasok mineral kritis, pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga penanganan bencana.
"Tujuan kami adalah membangun kawasan yang lebih kuat dan lebih makmur bersama. Kami ingin terus memperkuat hubungan yang dilandasi rasa saling percaya," ujar Motegi.
ASEAN saat ini beranggotakan Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta anggota baru Timor-Leste.
Pada hari yang sama, para menteri luar negeri dari Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan India yang tergabung dalam Quad juga menegaskan kembali komitmen mereka mempererat kerja sama dengan ASEAN. Keempat negara menyebut ASEAN sebagai mitra strategis komprehensif.
Quad menyatakan akan memperluas kerja sama di bidang keamanan maritim, teknologi kritis dan teknologi baru, serta bantuan kemanusiaan kepada negara-negara Asia Tenggara.
Pertemuan tersebut berlangsung kurang dari dua bulan setelah pertemuan Quad di New Delhi. Forum itu kembali menunjukkan soliditas anggotanya di tengah evaluasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap peran Quad dalam kebijakan "America First".
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga mendorong penyelenggaraan KTT Quad pertama sejak September 2024 sebelum akhir tahun ini. Quad selama ini dipandang sebagai salah satu penyeimbang meningkatnya pengaruh Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
