Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2026 | 11.17 WIB

Usai Lepas dari Tekanan Hukum AS, Gautam Adani Tancap Gas dengan Proyek Nuklir 10 GW di India

Pendiri Adani Group, Gautam Adani / Foto: (The Edge Malaysia) - Image

Pendiri Adani Group, Gautam Adani / Foto: (The Edge Malaysia)

JawaPos.com — Miliarder India Gautam Adani menandai fase baru ekspansi bisnisnya dengan mengumumkan rencana pembangunan proyek energi nuklir berkapasitas 10 gigawatt (GW) hingga 2035. 

Proyek berskala besar itu diumumkan ketika grup usahanya mulai memusatkan perhatian kembali pada ekspansi, menyusul meredanya persoalan hukum di Amerika Serikat (AS) yang sempat menjadi sorotan investor global.

Pengumuman tersebut disampaikan Adani dalam rapat umum pemegang saham tahunan Adani Enterprises Ltd pada Rabu (24/6/2026), bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-64. 

Melalui unit baru bernama Adani Atomic Energy, grup tersebut telah mengidentifikasi lokasi proyek dan menargetkan kapasitas pembangkit mencapai 10 GW dalam satu dekade mendatang, cukup untuk memasok kebutuhan listrik jutaan rumah tangga di India.

Dilansir dari The Edge Malaysia, Kamis (25/6/2026), Adani menegaskan bahwa investasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan energi India yang terus meningkat. “Kami memosisikan diri lebih awal untuk melayani permintaan nasional yang terus tumbuh terhadap pasokan listrik bersih yang tersedia sepanjang waktu,” ujar Adani kepada para pemegang saham.

Adani mengatakan keputusan memasuki sektor energi nuklir didorong oleh kebutuhan untuk memperluas sumber pasokan listrik yang andal bagi perekonomian India. “Kami memasuki sektor energi nuklir melalui Adani Atomic Energy dan mengambil langkah berani untuk membantu mengamankan masa depan energi jangka panjang India,” katanya.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah India yang mulai membuka sektor energi nuklir bagi partisipasi swasta. Sebelumnya, Bloomberg melaporkan Adani Group telah menjajaki kerja sama dengan salah satu negara bagian di India utara untuk mengembangkan proyek energi nuklir komersial. Jika target 10 GW tercapai, Adani akan menjadi salah satu pelaku swasta terbesar di sektor yang selama ini didominasi negara.

Selain proyek nuklir, Adani mengungkapkan bahwa Adani Power Ltd tengah menjalankan investasi pembangkit listrik terbesar yang pernah dilakukan sektor swasta India. Nilainya mencapai lebih dari dua triliun rupee atau setara sekitar Rp381,38 triliun dengan kurs Rp190,7 per rupee. Investasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit menjadi 45 GW dalam lima tahun mendatang.

Meski tidak secara langsung menyinggung kasus hukumnya di Amerika Serikat, Adani menyampaikan pesan yang dinilai merefleksikan perjalanan grupnya selama beberapa tahun terakhir. “Yang mendefinisikan kami bukanlah kebisingan yang mengelilingi kami, melainkan kekuatan respons kami,” ujar pendiri Adani Group tersebut.

Sebagai latar belakang, jaksa Amerika Serikat pada November 2024 mengumumkan dakwaan terhadap Adani terkait dugaan skema suap di India. Namun pada Mei lalu, Departemen Kehakiman AS memutuskan menghentikan tuntutan pidana terhadap Gautam Adani dan keponakannya, Sagar Adani. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore