
Gautam Adani di tengah penyelesaian kasus dengan Departemen Keuangan dan regulator pasar modal Amerika Serikat / Foto: (Al Jazeera)
JawaPos.com — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan mencabut dakwaan pidana terhadap miliarder India Gautam Adani dalam kasus dugaan penipuan dan suap proyek energi surya di India.
Keputusan tersebut muncul setelah Adani menjanjikan investasi sebesar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 176,8 triliun, dengan kurs Rp 17.680 per dolar AS, di Amerika Serikat yang diklaim dapat menciptakan sekitar 15.000 lapangan kerja.
Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan internasional karena menyeret dugaan praktik suap lintas negara dan tuduhan pemberian informasi menyesatkan kepada investor Amerika Serikat. Dalam dakwaan awal, Adani dan sejumlah eksekutif perusahaannya dituduh menyuap pejabat India demi memperoleh kontrak pembangkit listrik tenaga surya bernilai miliaran dolar AS.
Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (19/5/2026), Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau DOJ menyatakan tidak akan lagi melanjutkan penggunaan sumber daya penegakan hukum untuk memproses perkara tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui surat kepada Hakim Nicholas Garaufis di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Timur New York.
“Departemen Kehakiman telah meninjau kasus ini dan memutuskan, berdasarkan diskresi penuntutan, untuk tidak lagi mengerahkan sumber daya tambahan terhadap dakwaan pidana kepada para terdakwa individu,” tulis DOJ dalam surat tersebut.
Meski demikian, keputusan pencabutan dakwaan itu masih harus memperoleh persetujuan hakim federal sebelum resmi berlaku. Perkara tersebut sebelumnya diajukan pada masa pemerintahan mantan Presiden Joe Biden dengan tuduhan bahwa Adani menjalankan praktik korupsi untuk memenangkan proyek energi surya besar di India sambil tetap menghimpun dana dari investor internasional.
Saat dakwaan pertama kali diumumkan, Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Timur New York, Breon Peace, menyebut para terdakwa menjalankan skema suap secara sistematis. “Para terdakwa mengatur skema suap yang rumit terhadap pejabat pemerintah India untuk mengamankan kontrak bernilai miliaran dolar AS, dan Gautam S Adani, Sagar R Adani, serta Vneet S Jaain berbohong mengenai praktik suap tersebut ketika berupaya menghimpun modal dari investor Amerika Serikat maupun internasional,” ujarnya.
Dalam dokumen perkara, Adani Green Energy disebut memenangkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya terbesar di India melalui dugaan pembayaran suap kepada pejabat terkait. Jaksa juga menilai perusahaan memberikan gambaran yang tidak sesuai fakta mengenai kebijakan antikorupsi perusahaan kepada investor global. Dari proses penghimpunan dana tersebut, Adani dan pihak terkait disebut berhasil memperoleh lebih dari 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 53 triliun.
Pencabutan dakwaan itu juga terjadi di tengah perubahan tim hukum Adani. Laporan The New York Times menyebut Adani menunjuk Robert J Giuffra Jr sebagai bagian dari kuasa hukumnya. Giuffra diketahui merupakan salah satu pengacara pribadi Donald Trump. Dalam keterangannya, Giuffra mengatakan Adani siap menanamkan investasi besar di Amerika Serikat dan membantah seluruh tuduhan terhadap kliennya.
Menurut laporan Reuters, Adani sebenarnya telah lama mempertimbangkan ekspansi investasi di Amerika Serikat. Namun, proses hukum yang berjalan disebut menjadi hambatan utama bagi rencana tersebut.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
