
Seorang pria bermain dengan bayi sementara anak-anak Palestina menyaksikan di antara puing-puing / Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan bahwa Israel terus melakukan tindakan yang memenuhi unsur genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dengan secara sengaja menargetkan anak-anak.
Temuan tersebut tertuang dalam laporan terbaru yang mengkaji berbagai pelanggaran terhadap anak-anak Palestina sejak pecahnya perang di Gaza. Laporan itu menyoroti bahwa sekitar 30 persen korban tewas akibat operasi militer Israel di Gaza merupakan anak-anak.
Komisi menyatakan pola serangan yang berulang terhadap anak-anak, bahkan setelah gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025, menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan adanya niat untuk menghancurkan kelompok Palestina, baik seluruhnya maupun sebagian.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (25/6/2026), laporan yang dirilis Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB tersebut menyebut anak-anak Palestina menjadi sasaran langsung selama konflik berlangsung. Menurut komisi, tingginya jumlah korban anak tidak dapat dilepaskan dari pola operasi militer yang terus menggunakan persenjataan berdaya ledak besar di kawasan permukiman yang padat penduduk.
Ketua komisi, Srinivasan Muralidhar, menegaskan bahwa bukti yang dikumpulkan menunjukkan adanya tindakan yang disengaja terhadap anak-anak Palestina. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Bukti menunjukkan bahwa anak-anak Palestina telah secara sengaja menjadi sasaran dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel.”
Lebih lanjut, komisi menilai penggunaan amunisi berdaya ledak tinggi dan senjata dengan dampak luas di wilayah sipil yang padat penduduk tetap dilakukan meskipun jumlah korban anak terus meningkat. Menurut laporan tersebut, kondisi itu mengindikasikan bahwa serangan-serangan yang menewaskan anak-anak dalam jumlah besar bukanlah konsekuensi yang tidak disengaja.
Komisi juga menyatakan adanya keyakinan bahwa anak-anak menjadi target secara kolektif karena aparat keamanan Israel memandang populasi sipil secara umum memiliki keterkaitan dengan Hamas maupun kelompok bersenjata Palestina lainnya.
Dalam keterangannya, Muralidhar menambahkan bahwa serangan terhadap anak-anak memiliki dampak yang jauh melampaui korban jiwa saat ini. “Dengan menargetkan anak-anak, Israel sedang merusak kapasitas rakyat Palestina untuk tetap eksis dan menentukan masa depan mereka sendiri,” ujarnya.
Temuan terbaru tersebut memperkuat laporan komisi sebelumnya yang diterbitkan pada September lalu. Saat itu, komisi menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan tindakan genosida di Gaza serta menuduh sejumlah pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menghasut terjadinya tindakan tersebut. Secara terpisah, Netanyahu juga menjadi subjek surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC) atas dugaan kejahatan perang.
Laporan terbaru juga menyoroti dampak luas dari kondisi kemanusiaan di Gaza. Komisi menyatakan serangan yang terus berlangsung, pengungsian berulang, serta kelangkaan makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan akibat blokade telah menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
