Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juni 2026 | 21.04 WIB

Dari Ancaman Trump ke Meja Perundingan, AS-Iran Sepakat Bentuk Jalur Koordinasi Militer Lebanon

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, telah menolak ancaman Donald Trump untuk memperbarui serangan. (Reuters). - Image

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, telah menolak ancaman Donald Trump untuk memperbarui serangan. (Reuters).

JawaPos.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sempat memanas hanya beberapa jam sebelum perundingan tingkat tinggi dimulai di Swiss. Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman baru terhadap Teheran, namun di penghujung hari kedua negara justru mencapai terobosan diplomatik dengan menyepakati pembentukan jalur koordinasi khusus untuk meredakan konflik di Lebanon.

Kesepakatan tersebut menjadi hasil paling konkret dari perundingan yang dimediasi Qatar dan Pakistan. Washington dan Teheran sepakat membentuk 'de-confliction cell', sebuah mekanisme koordinasi yang melibatkan pemerintah Lebanon untuk memastikan penghentian operasi militer di negara tersebut.

Langkah itu sekaligus membuka proses diplomasi selama 60 hari yang ditujukan untuk mencapai kesepakatan permanen guna mengakhiri konflik yang melibatkan Iran dan meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Diberitakan sebelumnya, sebelum perundingan dimulai, Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait kelompok-kelompok yang didukung Iran di Lebanon.

Trump bahkan memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat melancarkan serangan yang lebih besar terhadap Iran jika kelompok pro-Teheran terus melakukan aksi militer.

Pernyataan tersebut memicu respons cepat dari pihak Iran dan sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa proses diplomasi akan terganggu.

Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan negaranya tidak akan tinggal diam terhadap ancaman tersebut.

"Mereka akan lebih baik untuk berhati-hati dengan pernyataan mereka," tulis Ghalibaf melalui platform X.

"Angkatan bersenjata kami siap untuk menanggapi mereka dengan cara yang berbeda. Mereka mungkin terus berbicara, kitalah yang bertindak," lanjut Ghalibaf.

Meski saling melontarkan peringatan, kedua pihak tetap melanjutkan pembicaraan di Swiss.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore