
Tabung gas elpiji di Bengaluru, India, di tengah kekhawatiran dampak krisis energi Teluk terhadap ekonomi global / Foto: Financial Times
JawaPos.com — Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), atau Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, memperingatkan bahwa eskalasi krisis energi di kawasan Teluk dapat mengguncang stabilitas ekonomi global dan menyeret dunia ke fase perlambatan tajam yang setara dengan periode krisis besar seperti pandemi Covid-19.
Lembaga tersebut menilai gangguan berkepanjangan pada pasokan energi akan menjadi risiko sistemik bagi perekonomian dunia. OECD menyebut kegagalan meredakan ketegangan di Timur Tengah berpotensi memicu “dark scenario”, yakni kondisi ketika pertumbuhan global jatuh bersamaan dengan lonjakan suku bunga di berbagai negara maju. Dalam laporan terbarunya, OECD menegaskan bahwa gangguan panjang terhadap aliran energi akan menekan stabilitas harga, rantai pasok, dan kepercayaan pasar global.
Dilansir dari Financial Times, Kamis (4/6/2026), OECD menyatakan bahwa “prolonged disruption” atau gangguan berkepanjangan pada arus energi yang berlanjut hingga paruh kedua 2027 dapat memangkas pertumbuhan global menjadi 2,1 persen pada tahun ini dan hanya 1,8 persen pada tahun depan. Laporan itu juga menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait sebagai respons atas serangan AS di wilayah Iran selatan.
Dalam skenario dasar OECD, pertumbuhan global diperkirakan berada di 2,8 persen tahun ini, turun dari 3,4 persen pada 2025, sebelum pulih ke 3,1 persen pada 2027 apabila kondisi stabil. Namun, jika gangguan energi berlanjut, volatilitas harga energi diperkirakan tetap tinggi dan terus menekan aktivitas perdagangan serta produksi global.
Di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melambat menjadi 2 persen tahun ini, sementara inflasi diperkirakan mencapai 3,7 persen, jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2 persen. Di Inggris, inflasi juga berada pada level yang sama, menjadikannya salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G7.
Di kawasan zona euro, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat dari 1,4 persen menjadi 0,8 persen tahun ini sebelum naik menjadi 1,2 persen pada 2027. OECD juga mencatat Irlandia berpotensi mengalami kontraksi ekonomi sebesar 1 persen pada 2026 akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga energi, meskipun permintaan domestik yang disesuaikan diproyeksikan tetap tumbuh moderat.
Menteri Keuangan Irlandia yang juga menjabat Tánaiste (wakil perdana menteri), Simon Harris, menyatakan bahwa proyeksi tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal terhadap perekonomian global.
“Proyeksi ini secara umum sejalan dengan penilaian kami terhadap kondisi ekonomi, namun menegaskan bahwa lingkungan internasional saat ini semakin menantang. Secara keseluruhan, analisis OECD menegaskan pentingnya bagi kami untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan dalam situasi yang sangat tidak pasti ini.”
OECD juga memperingatkan bahwa sekitar sepertiga negara anggotanya berisiko mengalami penurunan upah riil, yang berarti pelemahan daya beli masyarakat akibat inflasi yang persisten. Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann menegaskan, “Saya berharap kita belum memasuki skenario gangguan berkepanjangan ini, karena ini adalah skenario yang sangat gelap.”
Kepala Ekonom OECD Stefano Scarpetta menyoroti dampak jangka panjang dari guncangan energi tersebut. Dia menyebut, “Hal ini akan menimbulkan efek permanen terhadap kapasitas output potensial,” sekaligus memperingatkan risiko lanjutan terhadap pasar keuangan global, kepercayaan investor, serta investasi di sektor strategis seperti kecerdasan buatan yang sangat bergantung pada ketersediaan energi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022