Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 00.08 WIB

Pemerintah Dianggap Terlambat Naikan Harga Pertamax, Pakar Ungkap Krisis Energi Terjadi Sejak Awal 2026

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah dinilai terlambat menaikan harga Pertamax (RON 92) yang saat ini dihargai Rp 16.250 per liter. Pasalnya, melonjaknya harga minyak dunia sudah terjadi sejak Februari 2026.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Bonti Wiradinata mengatakan, meningkatnya harga minyak dunia akibat peran di Timur Tengah sudah sewajarnya diikuti dengan peningkatan harga BBM non subsidi. Namun, pemerintah Indonesia selama beberapa bulan terakhir berusaha mencegah kenaikan harga tersebut.

"Indonesia memang cenderung memiliki frekuensi penyesuaian yang lebih jarang dan bertahap. Namun, ini adalah pilihan kebijakan yang disengaja untuk menjaga bantalan sosial, bukan sekadar ketidaksiapan dalam mengelola harga," kata Bonti, Kamis (11/6).

Bonti mengatakan, harga Pertamax memang harus menyesuaikan dengan harga minyak dunia. Jika tidak dilakukan maka akan menimbulkan beban fiskal bagi APBN.

Tak adanya kenaikan harga Pertamax beberapa bulan terakhir merupakan upaya pemerintah untuk transisi. Tak kunjung membaiknya eskalasi global, membuat kenaikan harga tak bisa dicegah.

"Urgensi menaikkan harga BBM ini saya perkirakan terkait dengan strategi pemerintah dalam mempertahankan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta mengatasi tekanan APBN yang terjadi sebagai akibat pelemahan rupiah tersebut," imbuhnya..

Sementara iitu, Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo mengaku memahami keputusan pemerintah menaikan harga Pertamax. Selain karena harga minyak dunia yang melonjak, juga merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Rio menilai, pemerintah perlu meningkatkan pelayanan usai harga Pertamax naik. Masyarakat harus mendapat kepuasan setelah membayar lebih besar untuk bahan bakar.

"Konsumen tidak boleh hanya diminta menerima kenaikan harga tanpa memperoleh peningkatan manfaat dan kualitas layanan yang sepadan," tutup Rio.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore