
MV Hondius tampak berlabuh di lepas Pelabuhan Praia, Cape Verde, di tengah penyelidikan wabah hantavirus (The Guardian)
JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius bukan awal dari pandemi baru seperti Covid-19. Meski demikian, otoritas kesehatan internasional kini berpacu melacak puluhan penumpang dari berbagai negara setelah muncul kasus penularan antarmanusia yang untuk pertama kalinya terdokumentasi.
Hingga Kamis (7/5) waktu setempat, WHO mengkonfirmasi lima dari delapan kasus suspek hantavirus di kapal pesiar mewah tersebut. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang perempuan Belanda berusia 69 tahun yang dipastikan terinfeksi virus itu.
Suami korban yang juga warga Belanda serta seorang perempuan asal Jerman turut meninggal dunia. Namun, penyebab pasti kematian keduanya masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas kesehatan.
Baca Juga:Sambangi Gedung KPK, Mensos Gus Ipul Minta Nasihat dan Kritik soal Pencegahan Korupsi Sekolah Rakyat
Epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, menegaskan wabah hantavirus di MV Hondius tidak dapat disamakan dengan situasi pandemi Covid-19 enam tahun lalu.
Menurut dia, penularan hantavirus tidak terjadi dengan mudah di masyarakat luas karena membutuhkan kontak yang sangat dekat dan intens.
“Ini bukan situasi seperti Covid-19 karena penularannya terjadi melalui kontak dekat dan intim,” kata Van Kerkhove dalam konferensi pers WHO mengutip BBC.
WHO juga menilai risiko kesehatan masyarakat global dari wabah ini masih tergolong rendah. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan organisasi tersebut terus memantau perkembangan kasus sambil berkoordinasi dengan berbagai negara terkait.
Hantavirus sendiri selama ini dikenal menyebar dari hewan pengerat ke manusia, terutama melalui urine, kotoran, atau air liur tikus yang terhirup manusia.
Namun, wabah di MV Hondius menjadi perhatian dunia karena WHO menyebut adanya dokumentasi penularan antarmanusia untuk pertama kalinya dalam kasus terbaru ini.
Dr Tedros menjelaskan dua pasien pertama yang terkonfirmasi sempat melakukan perjalanan pengamatan burung di Argentina, Chile, dan Uruguay. Mereka diketahui mengunjungi area habitat tikus pembawa hantavirus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022