
Ilustrasi Hantavirus. (UK Health Security Agency)
JawaPos.com - Swiss mengkonfirmasi satu kasus hantavirus pada pria yang sebelumnya menjadi penumpang kapal pesiar mewah MV Hondius, kapal ekspedisi yang tengah menjadi sorotan dunia setelah wabah mematikan menewaskan tiga orang dan membuat puluhan penumpang lain dalam pengawasan medis.
Melansir Swissinfo, pemerintah Swiss memastikan pasien saat ini dirawat di Rumah Sakit Universitas Zurich dan langsung diisolasi setelah menunjukkan gejala penyakit. Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan risiko penyebaran ke masyarakat Swiss masih rendah.
Kasus ini kembali memicu perhatian global terhadap hantavirus, penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui tikus, tetapi pada jenis tertentu dapat menyebar antarmanusia dalam kontak dekat.
Kantor Kesehatan Masyarakat Federal Swiss (FOPH) menyebut pria tersebut baru kembali dari perjalanan ke Amerika Selatan bersama istrinya pada akhir April 2026.
Setelah mengalami gejala, ia menjalani pemeriksaan di Zurich dan hasil laboratorium rujukan di Rumah Sakit Universitas Jenewa memastikan infeksi hantavirus.
Istrinya tidak menunjukkan gejala, tetapi tetap menjalani isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan. Otoritas setempat kini menelusuri kemungkinan kontak pasien dengan orang lain setelah kembali ke Swiss.
Kasus di Swiss berkaitan dengan wabah hantavirus di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Antartika dan melintasi Samudra Atlantik.
Kapal tersebut membawa hampir 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Dalam perjalanan, sejumlah orang mulai jatuh sakit.
Baca Juga:Lepas Resmikan Showroom Baru di Pluit, Hadirkan Pengalaman Mobilitas Premium untuk Konsumen Urban
Dua warga Belanda dan satu warga Jerman dilaporkan meninggal dunia setelah berada di kapal. Sementara itu, seorang warga Inggris dirawat intensif di Afrika Selatan.
Pemerintah Belanda juga disebut tengah menyiapkan evakuasi medis terhadap beberapa pasien yang masih berada di kapal.
MV Hondius sempat terdampar selama beberapa hari di dekat Cape Verde sebelum dijadwalkan berlayar menuju Spanyol.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
