Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 16.22 WIB

Donald Trump Tak Henti Tebar Ancaman: Usai Iran, Kuba Jadi Target Selanjutnya 

Donald Trump unggah foto AI menggenggam senjata sembari mengancam Iran. (Truth Social/Donald Trump). - Image

Donald Trump unggah foto AI menggenggam senjata sembari mengancam Iran. (Truth Social/Donald Trump).

JawaPos.com - Ketegangan geopolitik global kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, melontarkan pernyataan keras terkait Kuba. Dalam sebuah pidato tertutup di Forum Club, West Palm Beach, Florida, Trump menyebut bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih Kuba, sebuah pernyataan yang langsung memicu kekhawatiran baru di panggung internasional.

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik global, terutama setelah keterlibatan Washington dalam konflik dengan Iran. Trump bahkan secara eksplisit mengaitkan langkah terhadap Kuba dengan penyelesaian operasi militer AS di Timur Tengah.

Dalam pidatonya, Trump tidak sekadar menyampaikan ancaman retoris. Ia menggambarkan skenario tekanan militer dengan mengerahkan kapal induk Amerika Serikat, termasuk kemungkinan penggunaan USS Abraham Lincoln, ke perairan dekat Kuba.

Menurut Trump, kehadiran kapal induk tersebut diyakini cukup untuk memaksa Havana menyerah. Ia menyampaikan bahwa otoritas Kuba bisa saja langsung berkata, "terima kasih, kami menyerah,” menggambarkan pendekatan tekanan yang sangat agresif.

Meski demikian, penting dicatat bahwa skenario ini masih berupa hipotesis politik dalam pidato, bukan operasi resmi yang diumumkan oleh Pentagon. Namun, pesan yang disampaikan jelas: Kuba disebut sebagai target strategis berikutnya setelah Iran.

Kuba Jadi Target Berikutnya

Dilansir via Democrata, Trump menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan 'pekerjaan' di Iran. Setelah itu, perhatian akan dialihkan ke kawasan Karibia, khususnya Cuba.

“Saya suka menyelesaikan pekerjaan,” ujar Trump dalam pidatonya, sebelum mengisyaratkan langkah lanjutan terhadap Kuba.

Pernyataan ini memperlihatkan pola kebijakan luar negeri AS yang mengandalkan tekanan berlapis, mulai dari retorika keras, sanksi ekonomi, hingga ancaman militer.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, pemerintah AS juga dilaporkan memperluas sanksi ekonomi terhadap Kuba. Sektor-sektor strategis seperti energi, pertambangan, pertahanan, dan layanan keuangan menjadi sasaran utama.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore