
Kru Artemis II mengabadikan pemandangan "Earthset" saat mengitari Bulan (Fortune)
JawaPos.com - Setelah keberhasilan Artemis II, NASA langsung mengalihkan fokus ke tahap berikutnya. Artemis III dijadwalkan menguji penyambungan kapsul Orion dengan wahana pendarat di orbit Bumi pada 2027. Uji ini menjadi penentu kesiapan misi pendaratan selanjutnya, sekaligus membuka persaingan antara Elon Musk dan Jeff Bezos dalam proyek Artemis IV.
Artemis II menandai kembalinya manusia ke orbit Bulan setelah lebih dari 50 tahun. Misi ini tidak hanya mencetak tonggak teknis, mulai dari pengamatan sisi jauh Bulan hingga rekor jarak tempuh manusia, tetapi juga meningkatkan tekanan pada fase berikutnya. NASA kini harus memastikan seluruh sistem pendaratan bekerja tanpa celah dalam skenario yang jauh lebih kompleks.
Dilansir dari Fortune, Senin (13/4/2026), Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan dimensi global dari momen tersebut. Dia menyatakan, "Bagi orang-orang di seluruh dunia yang menatap langit dan bermimpi tentang apa yang mungkin, penantian panjang itu telah berakhir." Pernyataan ini menegaskan bahwa Artemis bukan sekadar program nasional, melainkan simbol kebangkitan ambisi eksplorasi manusia.
Baca Juga:Historiq Luncurkan AI Una, Bidik Percepatan Digitalisasi Arsip Sejarah yang Selama Ini Terhambat
Dalam waktu yang sama, tekanan operasional langsung mengarah ke Artemis III. Direktur penerbangan masuk, Rick Henfling, menegaskan urgensi tersebut dengan menyatakan, "Misi berikutnya sudah di depan mata." Artinya, jeda antar-misi kini dipersingkat, seiring meningkatnya ekspektasi publik dan kepentingan strategis.
Berbeda dari misi sebelumnya, Artemis III difokuskan pada uji pertemuan dan penyambungan (docking) antara kapsul Orion dan wahana pendarat di orbit Bumi. Tahap ini menandai pergeseran ke fase validasi sistem yang lebih ketat, bukan sekadar simulasi. NASA menjadikannya sebagai strategi mitigasi risiko sebelum operasi dilakukan di orbit Bulan, mengacu pada pendekatan Apollo 9 yang terbukti efektif menekan potensi kegagalan.
Di titik inilah kompetisi sektor swasta menjadi faktor penentu. SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos kini bersaing menyiapkan wahana pendarat masing-masing. Starship dan Blue Moon diposisikan sebagai kandidat utama dalam kontrak Artemis IV, yang menjadi pintu masuk pendaratan berikutnya.
Persaingan ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkait langsung dengan ambisi jangka panjang NASA. Artemis IV direncanakan menargetkan wilayah kutub selatan Bulan, area strategis yang diyakini menyimpan cadangan es dalam jumlah besar di kawah yang tidak pernah terkena sinar Matahari. Es ini berpotensi diolah menjadi air dan bahan bakar, fondasi bagi pembangunan pangkalan permanen di Bulan.
Nilai proyek diperkirakan mencapai 20 hingga 30 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 341,8 triliun hingga Rp 512,7 triliun (dengan kurs Rp 17.090 per dolar AS). Dengan skala investasi sebesar itu, persaingan antara Musk dan Bezos tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga menentukan dominasi ekonomi dalam ekosistem antariksa masa depan.
Di sisi teknis, kesiapan mulai terlihat konkret. Perangkat docking untuk Artemis III telah tersedia di Kennedy Space Center, Florida. Starship versi terbaru mendekati uji terbang dari Texas Selatan, sementara Blue Moon dalam versi awal dijadwalkan melakukan uji pendaratan dalam waktu dekat—menjadi indikator kesiapan masing-masing pihak.
Namun, Artemis tidak hanya berbicara soal teknologi dan investasi. Misi Artemis II juga menandai perubahan pendekatan dalam komunikasi publik. Isaacman menggambarkan kru sebagai "komunikator yang luar biasa, hampir seperti penyair," mencerminkan bagaimana eksplorasi kini dibingkai sebagai narasi kemanusiaan, bukan sekadar pencapaian teknis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
