Larry Ellison memperkuat posisi Paramount dalam upaya menggagalkan rencana akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Netflix (The Telegraph)
JawaPos.com - Pertarungan untuk mengendalikan Warner Bros. Discovery (WBD) telah berubah menjadi duel strategis antara dua kekuatan besar industri media global. Di satu sisi Netflix Inc. telah menyepakati kesepakatan akuisisi; di sisi lain Paramount Skydance Corp. yang didukung oleh miliarder Larry Ellison berusaha menggagalkan rencana itu dengan tawaran yang lebih agresif dan terstruktur kompleks.
Kesepakatan awal Netflix senilai sekitar 82,7 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp 1.389 triliun dengan kurs Rp 16.800 per dolar AS mencakup pembelian studio film dan layanan streaming HBO Max milik Warner Bros. Namun Paramount, yang dikendalikan oleh keluarga Ellison, menambah taruhan dengan tawaran rival senilai sekitar 108,4 miliar dolar AS termasuk utang.
Dilansir dari The Telegraph, Kamis (12/2/2026), Paramount memperkenalkan sejumlah insentif baru untuk meyakinkan pemegang saham. Langkah strategis itu mencakup tawaran biaya kompensasi atau ticking fee sebesar 0,25 dolar AS per saham per kuartal jika penutupan kesepakatan terlambat; komitmen menanggung biaya pembatalan sebesar 2,8 miliar dolar AS yang akan dibayar Warner Bros bila kesepakatan dengan Netflix dibatalkan; serta pembayaran 1,5 miliar dolar AS untuk menutupi biaya refinancing utang perusahaan.
Dalam pernyataan resmi kepada investor, David Ellison, Chairman dan CEO Paramount, menegaskan posisi perusahaan. Dia menyatakan, "Manfaat tambahan dari tawaran tunai superior sebesar 30 dolar AS per saham ini jelas menunjukkan komitmen kuat kami untuk memberikan nilai penuh yang layak diterima pemegang saham WBD atas investasi mereka." Ellison juga menyebutkan bahwa tawaran ini mencerminkan jalur regulasi yang lebih jelas dan perlindungan terhadap volatilitas pasar yang tidak dimiliki pesaing.
Netflix, sebagai pihak yang mengajukan kesepakatan awal, juga telah menyatakan posisi mereka secara langsung dalam menghadapi kritik dan kekhawatiran atas dampak konsolidasi ini. Ted Sarandos, co-CEO Netflix, dalam sesi dengar pendapat di Kongres Amerika Serikat, menyatakan bahwa akuisisi Warner Bros oleh Netflix akan membawa manfaat bagi konsumen dan industri.
Dia menyatakan, "Dengan Warner Bros, kami akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan nilai lebih bagi konsumen. Kami akan memberikan kepada konsumen lebih banyak konten dengan biaya lebih rendah."
Pernyataan Sarandos ini menyoroti posisi Netflix yang mencoba menenangkan kekhawatiran antitrust sambil mempertahankan desakan bahwa kesepakatan tersebut akan mendukung pertumbuhan konten dan kompetisi global di industri streaming. Netflix juga menekankan komitmennya untuk mempertahankan distribusi film secara teatrikal meskipun jalur rilis mungkin berevolusi dari praktik tradisional.
Namun tantangan dari tawaran Paramount tetap kuat di tengah proses tinjauan ketat dari regulator, terutama Departemen Kehakiman AS, yang mengkaji potensi dampak antitrust dari konsolidasi dua merek besar streaming tersebut. Kritik terhadap kesepakatan ini datang dari berbagai penjuru, termasuk kelompok pemilik bioskop yang memperingatkan dampak terhadap layar teater dan distribusi konten tradisional.
Sejalan dengan kekhawatiran tersebut, Ancora Holdings, salah satu investor aktivis utama, secara terbuka menentang kesepakatan Netflix dan mendukung tawaran Paramount, dengan alasan bahwa paket nilai yang lebih tinggi dan kejelasan regulasi menjanjikan prospek yang lebih menguntungkan bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Namun di sisi lain, Warner Bros. Discovery sebelumnya telah menolak beberapa tawaran Paramount, mempertahankan bahwa kesepakatan dengan Netflix merupakan opsi yang lebih pasti dan memiliki struktur finansial lebih kuat, sehingga dinamika ini mencerminkan kompleksitas besar dalam pengambilan keputusan para pemegang saham.
Dalam konteks persaingan industri global, konflik ini merefleksikan pergeseran kekuatan signifikan antara raksasa teknologi berbasis konten digital seperti Netflix dan grup media tradisional yang berupaya mempertahankan relevansi serta nilai aset mereka melalui konsolidasi. Nama besar seperti Larry Ellison kini berperan sebagai aktor strategis yang menentukan arah masa depan industri media global.
Keputusan akhir akan sangat bergantung pada hasil pemungutan suara pemegang saham WBD yang akan dijadwalkan dalam beberapa bulan mendatang, sementara dinamika pasar, tekanan regulasi, dan opini publik terus memainkan peran penting dalam menentukan arah kesepakatan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022