Bagian-bagian penting dari Jembatan B1 terlihat hancur setelah serangan udara yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan lokasi tersebut di dekat Teheran, di Karaj, Iran, pada 03 April 2026. (ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu)
JawaPos.com-Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah berupaya menghindari tuduhan kejahatan perang dalam rencana penyerangan terhadap sejumlah infrastruktur di Iran. Laporan ini diungkap media Politico dengan mengutip dua pejabat Pentagon yang tidak disebutkan identitasnya.
Menurut laporan tersebut, Pentagon saat ini sedang meninjau daftar fasilitas energi Iran yang berpotensi menjadi target. Beberapa di antaranya diketahui tidak hanya melayani kebutuhan sipil, tetapi juga memasok kebutuhan militer.
Di internal Washington, perdebatan sengit terjadi terkait batas antara target militer dan objek sipil. Isu ini menjadi krusial karena menyangkut potensi pelanggaran hukum humaniter internasional.
Salah satu contoh yang menjadi perdebatan adalah pabrik desalinasi air. Sejumlah pejabat berpendapat bahwa fasilitas tersebut dapat dikategorikan sebagai target militer, mengingat air bersih juga dibutuhkan oleh personel militer. Namun, pandangan ini menuai kritik karena fasilitas tersebut juga menopang kebutuhan dasar masyarakat sipil.
Sebelumnya, juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Stéphane Dujarric, menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil seperti jembatan dan pembangkit listrik akan melanggar hukum internasional.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump pada 30 Maret menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya” berbagai infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, hingga fasilitas desalinasi, jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tetap ditutup.
Tak hanya itu, Trump juga memperingatkan Iran dengan istilah “Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan” pada 7 April, sebagai bentuk tekanan agar jalur pelayaran strategis tersebut kembali dibuka.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan serta korban di kalangan sipil.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
