
Seorang anggota pasukan keamanan Iran berjaga di dekat spanduk penghormatan untuk pemimpin tertinggi Iran yang tewas, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, 31 Maret 2026 (CNA)
JawaPos.com - Ketegangan geopolitik antara Iran dan blok Amerika Serikat–Israel kembali meningkat tajam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman terbuka terhadap perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resmi pada Selasa (31/3), IRGC memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan menjadi target "tindakan balasan" apabila pembunuhan terhadap pejabat tinggi Iran terus berlanjut.
Pernyataan ini secara eksplisit menyebut sejumlah raksasa teknologi global, termasuk Apple, Google, dan Meta, sebagai pihak yang dianggap terlibat dalam dugaan operasi pembunuhan terarah terhadap elite kepemimpinan Iran. Ancaman ini menandai eskalasi baru, di mana konflik tidak lagi terbatas pada ranah militer konvensional, melainkan merambah sektor teknologi sipil global.
Baca Juga:Paus Leo Desak Presiden AS Donald Trump Cari Jalan Keluar untuk Akhiri Perang Iran yang Kian Meluas
Dilansir dari CNA, Rabu (1/4/2026), IRGC menyatakan bahwa mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada Rabu (1/4), perusahaan-perusahaan tersebut "harus mengantisipasi penghancuran unit-unit terkait mereka sebagai balasan atas setiap pembunuhan di Iran."
Dalam pernyataan itu juga ditegaskan, "Kami menyarankan para karyawan institusi ini untuk segera meninggalkan tempat kerja mereka demi menyelamatkan nyawa."
Lebih lanjut, IRGC menuduh pemerintah Amerika Serikat bersama perusahaan teknologi besar telah mengabaikan peringatan berulang dari Teheran. Dalam narasi yang disampaikan, perusahaan-perusahaan tersebut disebut sebagai "elemen utama dalam merancang dan melacak target pembunuhan," sebuah tuduhan serius yang belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak perusahaan terkait.
Selain Apple, Google, dan Meta, daftar yang dirilis IRGC mencakup total 18 perusahaan, termasuk Intel, Microsoft, Oracle, Tesla, Palantir, serta produsen chip Nvidia. Pernyataan itu menegaskan, "Perusahaan yang secara aktif berpartisipasi dalam desain teroris akan menghadapi tindakan balasan untuk setiap pembunuhan yang ditargetkan."
Namun demikian, IRGC tidak merinci lokasi atau bentuk serangan yang dimaksud. Meski begitu, mereka memberikan peringatan tambahan kepada masyarakat sipil di sekitar fasilitas perusahaan-perusahaan tersebut.
"Penduduk di sekitar perusahaan-perusahaan ini di seluruh negara kawasan juga disarankan untuk meninggalkan lokasi mereka dalam radius satu kilometer dan berpindah ke tempat yang aman," demikian bunyi pernyataan itu.
Ancaman ini muncul di tengah dinamika konflik yang semakin kompleks antara Iran dan aliansi Amerika Serikat–Israel. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan tengah menjalankan jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik, namun pada saat yang sama juga mengancam akan meningkatkan kampanye militer terhadap Iran bersama Israel.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022