Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 02.01 WIB

Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib, Tiga Petinggi Gugur dalam 48 Jam

Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib dilaporkan tewas dalam serangan terbaru Israel. (Al-Jazeera) - Image

Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib dilaporkan tewas dalam serangan terbaru Israel. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Konflik Iran dan Israel memasuki fase yang semakin memanas setelah Israel mengklaim telah menewaskan Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib, dalam serangan terbaru. Jika dihitung, Khatib menjadi petinggi ketiga Iran yang tewas hanya dalam dua hari terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Rabu (18/3) waktu setempat. Ia menyebut militer Israel telah mengeliminasi Khatib dalam serangan semalam. Namun hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim tersebut.

"Kejutan signifikan diharapkan sepanjang hari ini di semua bidang," ujar Katz, memberi sinyal bahwa operasi militer Israel belum akan berhenti. Ia juga menegaskan akan terus menggagalkan dan memburu mereka semua.

Katz juga mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memberikan kewenangan penuh kepada militer untuk menargetkan dan membunuh pejabat tinggi Iran tanpa perlu persetujuan tambahan. Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam strategi Israel terhadap kepemimpinan Iran.

Jika kematian Khatib terbukti benar, maka dalam kurun 48 jam Israel telah menargetkan dan membunuh tiga tokoh kunci Iran. Sebelumnya, Iran telah mengonfirmasi tewasnya Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, serta Gholamreza Soleimani, komandan milisi Basij.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menanggapi rangkaian serangan ini dengan menegaskan bahwa struktur pemerintahan Iran tidak bergantung pada satu individu.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, ia menyebut Amerika Serikat dan Israel belum memahami ketahanan sistem politik Iran. Sementara itu, laporan jurnalis Al Jazeera Nida Ibrahim dari Tepi Barat menyebut Khatib merupakan sosok yang sangat dekat dengan lingkar kekuasaan tertinggi Iran.

Ia disebut sebagai figur terpercaya yang memiliki kedekatan dengan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

“Menurut sumber Israel, mereka telah mengumpulkan intelijen yang memungkinkan dalam 24 jam terakhir mengumumkan kematian tiga pejabat tinggi Iran,” ujar Ibrahim.

Dari sudut pandang Israel, operasi ini dinilai sebagai keberhasilan besar dalam melemahkan kepemimpinan Iran. Namun para analis menilai langkah ini lebih berdampak secara psikologis dan simbolis dibandingkan secara struktural terhadap stabilitas rezim.

Profil Esmaeil Khatib

Esmaeil Khatib dikenal sebagai ulama Syiah yang memiliki karier panjang di sektor keamanan dan peradilan Iran. Ia pernah bertugas dalam Garda Revolusi Iran saat Perang Iran-Irak pada 1980-an dan mengalami luka dalam pertempuran.

Sepanjang kariernya, Khatib memegang berbagai posisi strategis di Kementerian Intelijen Iran sebelum akhirnya menjabat sebagai menteri. Ia juga dikenal memiliki peran penting dalam operasi intelijen dan keamanan siber Iran.

Pada 2022, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Khatib. Ia dituduh terlibat dalam aktivitas siber yang menargetkan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk operasi spionase siber dan serangan ransomware.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore