
Pidato Mojtaba Khamenei tegaskan Iran balas dendam ke Israel dan AS. Iran juga akan jaga blokade Selat Hormuz, ancam keamanan energi dunia di 2024.
Konten: Pidato Perdana Bersumpah Balas Dendam ke Israel dan AS atas Kematian Ayah dan Keluarganya
JawaPos.com - Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Hosseini Khamenei, mengeluarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam pernyataan publik pertamanya sejak kematian ayahnya, Ali Khamenei.
Dalam pesan yang disiarkan oleh media pemerintah Iran pada Kamis (12/3) waktu setempat, Mojtaba Khamenei bersumpah akan membalas kematian ayahnya serta anggota keluarganya yang tewas dalam serangan gabungan AS–Israel. Menariknya, ia tidak muncul secara langsung di televisi; pidatonya hanya dibacakan oleh penyiar negara.
“Kami tidak akan pernah mundur dan bersumpah membalas darah para martir kami,” kata Mojtaba Khamenei dalam pernyataan tertulis tersebut.
“Balas dendam kami tidak akan pernah berakhir, bukan hanya untuk pemimpin tertinggi yang telah wafat, tetapi juga untuk darah seluruh martir kami. Mereka yang membunuh anak-anak kami akan membayar harganya," lanjut pernyataan keras Mojtaba Khamenei.
Perang Bisa Berlangsung Tanpa Batas
Dalam pidato tersebut, Mojtaba juga mengisyaratkan bahwa perang di kawasan Timur Tengah dapat berlangsung dalam waktu lama, tergantung pada kepentingan para pihak yang terlibat.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serangan terhadap sebuah sekolah perempuan di Minab yang menewaskan sedikitnya 175 orang, banyak di antaranya anak-anak. Serangan tersebut diduga berasal dari serangan rudal AS.
Menurut laporan awal yang dikutip kantor berita Associated Press dari dua sumber, serangan mematikan itu kemungkinan terjadi akibat kesalahan intelijen. Komando Pusat militer AS disebut menggunakan koordinat target yang sudah usang dari Defense Intelligence Agency saat melancarkan serangan.
Iran Tegaskan Blokade Selat Hormuz
Selain ancaman balasan militer, Mojtaba Khamenei juga menegaskan Iran akan terus mempertahankan blokade di Selat Hormuz, jalur laut vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Ia menilai tekanan terhadap jalur pelayaran strategis tersebut merupakan bagian penting dari strategi perang Iran.
“Mereka akan membayar harganya. Kami akan menghancurkan fasilitas mereka,” ujarnya. “Aktivitas pertahanan kami harus berlanjut, termasuk menutup Selat Hormuz.”
Mojtaba juga menyatakan Iran tetap membuka peluang persahabatan dengan negara-negara tetangganya, namun serangan terhadap instalasi militer AS di kawasan akan terus dilakukan.
Harga Minyak Dunia Melonjak
