
Donald Trump menegaskan pemimpin baru Iran tak akan bertahan tanpa persetujuan AS. Foto: (ABC News)
JawaPos.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa pemimpin tertinggi baru Republik Islam Iran, Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Washington.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat akibat konflik berskala besar antara AS–Israel dan Iran, yang memengaruhi stabilitas regional sekaligus pasar energi global.
Penunjukan Mojtaba Khamenei oleh Majelis Ahli—lembaga ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi—dilakukan di tengah tekanan perang dan isolasi internasional. Kedekatannya dengan militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dipandang sebagai simbol kelanjutan garis keras pemerintahan Teheran sekaligus penolakan terhadap tekanan dari Washington.
Melansir ABC News, Senin (9/3/2026), Trump menegaskan bahwa pemimpin baru Iran harus mendapat dukungan dari Washington agar dapat bertahan: “Dia harus mendapat persetujuan dari kami. Jika tidak, dia tidak akan bertahan lama,” ujar Trump.
Trump menambahkan bahwa keterlibatan Washington penting untuk mencegah terulangnya krisis serupa dalam lima tahun mendatang: “Saya tidak ingin orang-orang harus mengalami hal yang sama dalam lima tahun, atau lebih buruk, apalagi membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” ujar Trump.
Ia juga tidak menutup kemungkinan menyetujui kandidat yang memiliki hubungan dengan rezim sebelumnya, selama dianggap memenuhi syarat: “Saya akan, demi memilih pemimpin yang baik, ya saya akan. Ada banyak orang yang memenuhi syarat,” jelas Trump.
Menanggapi pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa proses pemilihan pemimpin tertinggi adalah urusan domestik dan tidak boleh ada campur tangan asing: “Kami tidak akan membiarkan pihak luar ikut campur dalam urusan dalam negeri kami,” tegasnya, menekankan kedaulatan Iran.
Respons global terhadap pernyataan Trump beragam. Sementara itu, beberapa sekutu AS di Eropa dan Timur Tengah menyuarakan kekhawatiran terkait eskalasi konflik, sedangkan beberapa negara lain menolak apa yang mereka sebut sebagai posisi subordinat terhadap kebijakan Washington.
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa semua opsi, termasuk kemungkinan operasi militer untuk mengendalikan uranium yang diperkaya Iran, tetap terbuka. Pejabat administrasi AS memperingatkan bahwa uranium tersebut kini sudah mencapai tingkat material senjata nuklir dalam waktu kurang dari sepuluh hari.
Retorika Trump tidak hanya menekankan persetujuan kepemimpinan, namun juga potensi risiko program nuklir Iran dan kapasitas militernya. Ia menyatakan bahwa AS tidak akan membiarkan situasi serupa berulang setiap sepuluh tahun, menegaskan bahwa konflik saat ini bisa menjadi bagian dari strategi tekanan yang lebih luas terhadap rezim Teheran.
Dengan penunjukan Mojtaba Khamenei dan tekanan Trump agar AS tetap menentukan pengaruh masa depan rezim Teheran, dunia kini menghadapi potensi rekayasa kekuasaan baru di Timur Tengah.
Para analis memperingatkan ketegangan ini bisa berdampak besar pada keamanan global, stabilitas energi, dan hubungan diplomatik internasional, bahkan setelah perang berakhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022