
Presiden AS Donald Trump. (Dok. BBC)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman geopolitik baru dengan menyebut Kuba sebagai target berikutnya, setelah konflik melawan Iran selesai. Pernyataan tersebut memperkuat citra Trump yang kerap mengedepankan tekanan militer dan ekonomi untuk mencapai tujuan politik luar negeri Washington.
Berbicara di Gedung Putih pada Kamis (5/3) saat menerima kunjungan klub sepak bola Inter Miami CF, Trump mengatakan pemerintahannya saat ini masih fokus pada perang melawan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa langkah terhadap Kuba hanya tinggal menunggu waktu.
“Apa yang terjadi dengan Kuba sangat luar biasa. Kami ingin menyelesaikan yang ini (Iran) terlebih dahulu. Setelah itu hanya soal waktu,” kata Trump mengutip Al-Jazeera.
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga memuji Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang dinilainya telah melakukan 'pekerjaan fantastis' dalam menangani kebijakan terhadap Kuba.
Pemerintahan Trump diketahui telah memperketat sanksi terhadap negara pulau tersebut sebagai upaya meningkatkan tekanan ekonomi terhadap pemerintah komunis di Havana.
Tekanan terhadap Havana Terus Ditingkatkan
Ancaman terhadap Kuba bukan kali pertama disampaikan oleh Trump dan sekutunya. Selama ini, Washington terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Havana dengan tujuan melemahkan pemerintahan komunis di negara tersebut.
Setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu, Trump juga menyatakan pasokan minyak dari Venezuela ke Kuba akan dihentikan sepenuhnya. Pasokan tersebut selama ini menjadi salah satu penopang penting bagi perekonomian Kuba yang telah lama berada di bawah sanksi berat AS.
Trump juga berulang kali menyatakan bahwa Kuba tampak 'siap runtuh' dalam waktu dekat, memperkuat spekulasi bahwa Washington tengah menyiapkan tekanan lebih besar terhadap negara tersebut.
Dalam berbagai kebijakan luar negerinya, Trump memang diketahui kerap menekankan penggunaan kekuatan militer Amerika Serikat sebagai alat untuk mencapai tujuan strategis.
Ia menyinggung berbagai operasi militer AS di Amerika Latin maupun Timur Tengah, termasuk serangan terhadap kapal yang diduga terlibat perdagangan narkotika serta operasi militer di Iran yang disebutnya sebagai bagian dari langkah besar Washington di kawasan tersebut.
“Kami telah meraih banyak keberhasilan dalam berbagai cara. Saya membangun kembali militer pada masa jabatan pertama saya, dan sekarang kami menggunakannya, lebih sering dari yang saya inginkan, tetapi ketika digunakan, hasilnya terbukti berhasil,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut kembali memicu kekhawatiran bahwa konflik geopolitik yang dipicu Washington berpotensi meluas, terutama jika ancaman terhadap Kuba benar-benar diwujudkan setelah operasi militer terhadap Iran berakhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022