Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 01.57 WIB

Ketika Barat Mundur, Tiongkok Pacu Transisi Hijau Global dan Mengubah Peta Energi Dunia

Ladang angin Khizi-Absheron di Azerbaijan, dibangun dengan teknologi Tiongkok. - Image

Ladang angin Khizi-Absheron di Azerbaijan, dibangun dengan teknologi Tiongkok.

JawaPos.com — Ketika Amerika Serikat (AS) kembali menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris dan menyatakan niat keluar dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UN Framework Convention on Climate Change/UNFCCC), tata kelola iklim global kembali menghadapi tekanan serius. Absennya delegasi Washington di Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Brasil mempertegas jurang kepemimpinan yang kian melebar dalam upaya menahan laju krisis iklim.

Sebaliknya, di tengah ketidakpastian global tersebut, Tiongkok justru mempercepat transisi hijau dan rendah karbon. Negara ini membangun sistem kebijakan pengurangan emisi paling lengkap di dunia sekaligus mengoperasikan sistem energi terbarukan terbesar secara global, dari tenaga surya hingga angin lepas pantai.

Dilansir dari Global Times, Senin (26/1/2026), langkah Tiongkok ini tidak hanya menopang kebutuhan energinya sendiri, tetapi juga membuka peluang besar bagi negara-negara Global South untuk melompat langsung ke pembangunan rendah karbon, tanpa bergantung pada bahan bakar fosil.

Sebagai konsumen listrik terbesar dunia, satu dari setiap tiga kilowatt-jam listrik di Tiongkok kini berasal dari energi hijau. Data Administrasi Energi Nasional Tiongkok (National Energy Administration/NEA) menunjukkan kapasitas pembangkit listrik terpasang Tiongkok mencapai 3,79 miliar kilowatt hingga November 2025, naik 17,1 persen secara tahunan, dengan lonjakan terbesar berasal dari energi surya dan angin.

Peneliti Institut Riset Pengembangan Energi di bawah China Southern Power Grid, Yao Shangheng, menegaskan, “Tiongkok telah membangun sistem energi terbarukan terbesar dan paling terintegrasi di dunia, lengkap dengan rantai industri yang utuh.” Dia mencatat, produksi silikon polisilikon, wafer, dan sel fotovoltaik Tiongkok mencakup sekitar 90 persen pasokan global.

Inovasi juga bergerak ke sektor strategis lain. Manajer proyek sekaligus Wakil Presiden Shanghai Airport (Group) Co., Ltd., Song Xuefeng, menjelaskan terobosan bahan bakar penerbangan berkelanjutan, “Proses sintesis satu tahap ini mengonsumsi energi lebih rendah. Elektrolisis dapat memanfaatkan listrik angin dan surya berbiaya rendah dari barat laut Tiongkok untuk menghasilkan bahan bakar bersih bernilai tinggi yang mudah disimpan dan diangkut.”

Dampak globalnya terasa nyata. Insinyur sipil PowerChina Huadong Engineering Corporation Limited, Sarvan Gahramanov, mengenang transformasi proyek ladang angin di Azerbaijan: “Dua tahun lalu, yang ada di sini hanya perbukitan tandus dan debu beterbangan. Sekarang, wilayah ini menjadi sumber energi bersih.” Proyek itu disebut Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev sebagai tonggak sektor energi nasional.

Di Timur Tengah, kerja sama energi hijau dengan Tiongkok menopang Visi Modernisasi Ekonomi Yordania 2023–2033. Firas Blasmeh, anggota asosiasi energi dan lingkungan Yordania, menyatakan, “Perusahaan-perusahaan Tiongkok menggabungkan keahlian teknis, pembiayaan fleksibel, dan eksekusi yang cepat.”

Pandangan serupa disampaikan Wakil Direktur Pusat Studi Tiongkok–ASEAN Universitas Teknologi dan Sains Kamboja, Thong Mengdavid, yang mengatakan, “Peralatan energi terbarukan produksi Tiongkok telah menurunkan biaya teknologi surya, angin, dan baterai secara tajam, sekaligus membantu ASEAN memenuhi komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.”

Dari Afrika hingga Eropa, kontribusi itu diakui luas. Manajer proyek AHK Services Eastern Africa, Georg Pflomm, menilai produk surya Tiongkok memperkuat diversifikasi dan keamanan energi. Sementara Direktur Pelaksana World Economic Forum, Maroun Kairouz, menegaskan, “Kekuatan Tiongkok dalam teknologi hijau dan manufaktur maju memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketidakstabilan rantai pasok global.”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore