Warga Iran menghadiri demonstrasi anti-pemerintah di Teheran, Iran pada 9 Januari 2026 (AP-Yonhap)
JawaPos.com - Gelombang protes nasional yang mengguncang Iran dilaporkan telah memakan korban jiwa dalam skala yang sangat besar. Menurut laporan terbaru dari Human Rights Activists News Agency (HRANA), kelompok aktivis yang berbasis di Amerika Serikat, jumlah korban tewas hingga Rabu pagi (14/1) telah mencapai setidaknya 2.571 orang.
Angka ini jauh melampaui catatan korban kerusuhan mana pun di Iran dalam beberapa dekade terakhir, bahkan membangkitkan ingatan kelam akan kekacauan Revolusi 1979.
Dari total korban, aktivis merinci bahwa 2.403 korban adalah demonstran, sementara 147 lainnya berasal dari pihak pemerintah. Tragisnya, 12 anak-anak dan sembilan warga sipil yang tidak ikut protes turut menjadi korban tewas. Selain itu, lebih dari 18.100 orang kini mendekam di tahanan.
Skylar Thompson dari HRANA mengungkapkan keterkejutannya kepada Associated Press (AP) atas lonjakan angka ini. Menurutnya, jumlah korban tewas kali ini mencapai empat kali lipat dari korban protes Mahsa Amini tahun 2022, padahal protes baru berjalan selama dua minggu.
Adapun setelah sempat memutus total akses komunikasi, otoritas Iran mulai mengizinkan panggilan telepon ke luar negeri pada Selasa (13/1). Melalui sambungan telepon, para saksi mata di Teheran menceritakan suasana kota yang mencekam dengan penjagaan aparat yang luar biasa ketat.
Di pusat kota, gedung-gedung pemerintah tampak hangus terbakar dan mesin ATM hancur. Polisi anti-huru hara mengenakan helm, perisai, hingga senapan berjaga di persimpangan jalan, didampingi petugas berpakaian preman. Meski toko-toko mulai buka, suasana tetap sepi karena warga khawatir akan kemungkinan serangan dari Amerika Serikat.
"Pengiriman pesan teks masih terputus, dan akses internet hanya terbatas pada situs-situs lokal yang disetujui pemerintah," ujar seorang saksi yang meminta anonim karena alasan keamanan.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pernyataan keras melalui platform Truth Social miliknya.
"Para Patriot Iran, TERUSLAH PROTES - KUASAI INSTITUSI KALIAN!!!"
"Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran, sampai pembunuhan demonstran yang tidak masuk akal ini BERHENTI. BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN."
Namun, beberapa jam setelah unggahannya, Trump tampak sedikit melunak saat berbicara kepada wartawan. Ia menyatakan masih menunggu laporan akurat sebelum bertindak.
"Menurut saya mereka telah berperilaku buruk, tetapi itu belum dikonfirmasi," ungkap Trump mengenai pasukan keamanan Iran.
Pihak Iran langsung bereaksi keras terhadap pernyataan Trump. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menuding balik AS dan Israel sebagai dalang kekacauan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
