Pemimpin industri AI Tiongkok dalam forum AGI-Next Summit di Beijing (Bloomberg)
JawaPos.com - Lonjakan penawaran saham perdana (IPO) sektor kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok belum serta-merta mengubah posisi Tiongkok dalam persaingan teknologi global.
Di balik euforia pasar yang menghimpun dana lebih dari USD 1 miliar, para elite industri AI Tiongkok justru menyampaikan peringatan terbuka: dominasi Amerika Serikat dalam pengembangan model AI mutakhir masih sulit dikejar dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut menempatkan geliat pasar modal Tiongkok dalam konteks yang lebih luas, yakni perlombaan strategis AI yang ditentukan bukan hanya oleh akses pendanaan, tetapi juga oleh kapasitas komputasi, ekosistem riset, dan kendali atas teknologi inti.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan teknologi AS seperti yang dipimpin Elon Musk, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg terus menggelontorkan investasi besar untuk riset jangka panjang.
Dilansir dari Bloomberg, Senin (12/1/2026), Justin Lin, kepala seri model open-source Qwen di Alibaba Group Holding Ltd., menilai peluang perusahaan Tiongkok untuk melampaui OpenAI dan Anthropic melalui terobosan fundamental dalam tiga hingga lima tahun ke depan berada di bawah 20 persen. Penilaian ini mencerminkan pandangan realistis dari pelaku industri yang berada di garis depan pengembangan AI generatif.
Lin menyampaikan pandangan tersebut dalam forum AGI-Next Summit di Beijing. "Sebagian besar kapasitas komputasi OpenAI dialokasikan untuk riset generasi berikutnya, sementara sumber daya kami jauh lebih terbatas, bahkan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pengiriman produk saja sudah menyerap sebagian besar kapasitas yang tersedia," ujarnya. Dia menambahkan, "Ini pertanyaan klasik: apakah inovasi lahir di tangan yang kaya, atau yang miskin?"
Forum tersebut digelar tak lama setelah debut pasar Zhipu dan MiniMax Group yang berkantor pusat di Shanghai. Kedua perusahaan tersebut secara kolektif menghimpun dana lebih dari USD 1 miliar, setara sekitar Rp 16,83 triliun dengan kurs Rp 16.830 per dolar AS. Sentimen positif investor langsung tercermin di pasar, dengan saham MiniMax melonjak lebih dari dua kali lipat pada hari pertama perdagangan, sementara saham Zhipu menguat sekitar 36 persen sejak pencatatan.
Namun, capaian pasar tersebut tidak mengubah nada kehati-hatian para pemimpin industri. Di Zhongguancun, pusat teknologi yang kerap dijuluki Silicon Valley-nya Beijing, Tang Jie, pendiri dan kepala ilmuwan AI Zhipu, menilai optimisme berlebihan justru berisiko menyesatkan.
"Kami baru saja merilis beberapa model open-source, dan sebagian orang mungkin merasa antusias, mengira model Tiongkok telah melampaui AS," kata Tang. "Tetapi jawaban sebenarnya, jarak pencapaian ini justru bisa semakin melebar."
Pandangan serupa disampaikan Yao Shunyu, mantan peneliti OpenAI yang kini memimpin strategi AI di Tencent. Dia mengakui bahwa keberhasilan model R1 dari DeepSeek pada awal 2025 mendorong percepatan inovasi dan keterbukaan model di Tiongkok, namun menegaskan bahwa hambatan struktural tetap membayangi.
Selain itu, para pembicara menyoroti keterbatasan sumber daya komputasi serta pembatasan ekspor chip dan peralatan litografi oleh AS sebagai faktor krusial yang memengaruhi daya saing jangka panjang. Dalam konteks ini, kesenjangan bukan semata persoalan talenta, melainkan juga akses terhadap infrastruktur strategis.
Ke depan, fokus industri AI Tiongkok diarahkan pada sejumlah tantangan utama dalam pengembangan model generasi berikutnya. Yao mendorong perhatian pada penguatan memori jangka panjang dan kemampuan belajar mandiri, sembari menyinggung upaya Tencent mengintegrasikan asisten Yuanbao dengan riwayat percakapan WeChat untuk menciptakan nilai ekonomi baru.
Sementara itu, Lin menegaskan taruhan Alibaba pada pengembangan AI multimodal dan agen dunia nyata, sedangkan Tang bersama Yang Zhilin pendiri Moonshot AI menyebut pembaruan model fondasi sebagai prioritas.
"Persaingan internal yang tidak bermakna tidak ada gunanya," tegas Tang. "Kita harus mewakili Tiongkok untuk mendorong pengembangan AGI (artificial general intelligence) secara lebih luas bagi kepentingan global."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022