
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berbicara dalam rapat darurat (28/9)
JawaPos.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menilai bahwa Tiongkok kini telah mampu menyamai, bahkan melampaui, Korea Selatan dalam berbagai sektor teknologi dan permodalan. Menurutnya, perubahan ini tengah membentuk ulang fondasi kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Lee dalam wawancara dengan China Media Group (CMG) seperti dilansir dari Car News China menjelang kunjungan resminya ke Tiongkok.
Dalam lawatan itu, ia akan memimpin delegasi yang terdiri dari sekitar 200 perwakilan perusahaan Korea Selatan. Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya persaingan industri kedua negara, terutama di sektor otomotif dan kendaraan listrik.
Lee menjelaskan bahwa pada masa lalu, kerja sama ekonomi Korea Selatan-Tiongkok bersifat vertikal, dengan Korea Selatan berperan sebagai penyedia teknologi maju dan modal, sementara Tiongkok mengandalkan tenaga kerja. Namun, pesatnya kemajuan Tiongkok telah mengubah pola tersebut, sehingga dibutuhkan model kerja sama baru yang lebih setara dan horizontal.
Ia menekankan bahwa kolaborasi ke depan perlu diarahkan pada sektor-sektor maju, seperti kecerdasan buatan dan industri teknologi tinggi, yang kini semakin terhubung dengan manufaktur otomotif serta pengembangan perangkat lunak kendaraan.
Perubahan dinamika ini terlihat jelas di industri otomotif. Tiongkok telah menjadi produsen sekaligus eksportir kendaraan energi baru terbesar di dunia. Di sisi lain, Korea Selatan tetap memiliki posisi penting dalam industri otomotif global, khususnya pada manufaktur kendaraan, elektronika daya, dan rantai pasok baterai.
Produsen mobil Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir aktif memperluas ekspor dan penetrasi pasar luar negeri, sementara perusahaan Korea Selatan masih menjadikan Tiongkok sebagai basis produksi dan pasar penjualan utama untuk kendaraan maupun komponen.
Rantai pasok baterai menjadi salah satu titik utama persaingan sekaligus ketergantungan. Perusahaan Tiongkok mendominasi produksi global baterai lithium besi fosfat serta menguasai sebagian besar proses hulu bahan baku seperti lithium, kobalt, dan grafit.
Sementara itu, perusahaan Korea Selatan masih menjadi pemasok utama baterai lithium ternary bagi produsen mobil global, termasuk Hyundai Motor Group. Namun, posisi ini menghadapi tantangan dari produk Tiongkok yang lebih murah seiring meluasnya penggunaan kendaraan listrik.
Bidang perangkat lunak kendaraan dan sistem penggerak cerdas juga menunjukkan persaingan yang semakin ketat. Produsen mobil Tiongkok bergerak cepat dalam mengadopsi sistem bantuan pengemudi canggih, sistem operasi kendaraan, serta fitur berbasis kecerdasan buatan untuk model pasar massal.
Sebagai respons, produsen Korea Selatan meningkatkan investasi pada kendaraan berbasis perangkat lunak, riset pengemudian otonom, dan pengembangan kecerdasan buatan demi menjaga daya saing di pasar domestik maupun global.
Data perdagangan dan laporan industri menunjukkan peningkatan ekspor kendaraan Tiongkok ke Korea Selatan. Pada saat yang sama, pemasok komponen Korea menghadapi tekanan yang semakin besar dari produsen Tiongkok, terutama di sektor motor listrik, elektronika daya, dan material baterai. Meski demikian, produsen mobil Korea Selatan terus memperluas investasi riset dan pengembangan di bidang elektrifikasi dan kendaraan pintar sebagai upaya meningkatkan nilai tambah.
Lee menegaskan bahwa rantai pasok industri Korea Selatan dan Tiongkok telah terintegrasi secara mendalam, sehingga penting bagi kedua negara untuk menghindari konfrontasi dalam hubungan ekonomi. Selama kunjungannya, ia dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin dan pelaku bisnis Tiongkok, dengan agenda pembahasan yang mencakup kerangka kerja sama di sektor manufaktur maju, termasuk industri otomotif dan energi baru.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
