Presiden Chili Gabriel Boric. (Reuters)
JawaPos.com — Presiden Chili Gabriel Boric mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat (AS). Boric menilai langkah tersebut berbahaya, karena berpotensi terjadi terhadap negara lainnya.
Pasalnya, dengan penangkapan itu sangat berpotensi menjadi preseden berbahaya bagi stabilitas kawasan dan tatanan global. Terlebih, karena membuka peluang intervensi terhadap kedaulatan negara lain.
Dalam pernyataannya, Boric menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dilepaskan dari upaya kontrol langsung Pemerintah AS terhadap Venezuela.
“Bahwa sebuah negara asing bermaksud untuk melakukan kontrol langsung atas wilayah Venezuela, mengelola negara dan akhirnya sebagaimana dicatat oleh presidennya melanjutkan operasi militer sampai memaksakan transisi politik,” kata Boric, dalam pidatonya, Minggu (4/1).
Ia menilai, praktik semacam itu bertentangan dengan prinsip dasar hukum internasional. Tak hanya berdampak secara regional, bahkan secara luas dapat mempengaruhi stabilitas global.
Melalui pidatonya, Presiden Chili menegaskan soal kedaulatan atas sebuah negara. Menurutnya, dalam kondisi apapun negara lain tak boleh melewati batas teritorial yang sduah ada.
“Ini menjadi preseden yang sangat berbahaya bagi stabilitas regional dan global. Chili menegaskan kembali bahwa penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara merupakan garis merah bahwa ia tidak boleh dilewati dalam keadaan apapun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Boric menekankan bahwa kedaulatan negara bukan sekadar formalitas. Menurutnya, kedaulatan negara adalah hal penting yang menjadi dasar untuk melindungi warga negara atas kesewenang-wenangan negara lain.
“Dan yang juga merupakan pilar penting hukum internasional, kedaulatan bukanlah hal formalitas. Adalah jaminan esensial yang melindungi kepada negara-negara kehendak eksternal dari kesewenang-wenangan dan hukum yang terkuat,” lanjutnya.
Terakhir, Presiden Chili itu menegaskan dampak domino jika praktik tersebut dibiarkan. Saat ini pelanggaran kedaulatan terhadap suatu negara dialami Venezuela, bisa saja hari esok negara lain yang menjadi korban selanjutnya.
“Hari ini adalah venezuela, besok bisa jadi negara yang lainnya,” pungkas Boric.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
