
Donald Trump bagikan foto Nicolas Maduro usai ditangkap AS. (X/TheWhiteHouse)
JawaPos.com - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat menjadi babak baru dalam relasi Washington–Caracas. Di balik klaim penegakan hukum dan perang melawan narkoba, Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengisyaratkan agenda yang jauh lebih strategis: pengambilalihan industri minyak Venezuela.
Dalam konferensi pers di Florida, Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjalankan Venezuela untuk sementara waktu hingga proses transisi pemerintahan dianggap aman.
Pernyataan ini langsung memicu spekulasi bahwa kendali atas sektor energi, khususnya minyak, menjadi prioritas utama pasca tumbangnya Maduro.
“Industri minyak Venezuela dibangun oleh Amerika, lalu dicuri oleh rezim sosialis,” ujar Trump mengutip HuffPos.
Ia menilai nasionalisasi sektor migas di era pemerintahan Caracas sebagai perampasan aset AS, sekaligus pembenaran atas intervensi militer yang kini terjadi.
Minyak Jadi Alasan Strategis
Venezuela dikenal memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia. Selama bertahun-tahun, sumber daya ini menjadi daya tarik utama bagi kepentingan geopolitik Amerika Serikat. Trump pun tidak menutupi ambisinya.
Sejak masa jabatan pertama, ia berulang kali menyatakan keinginannya mengembalikan kontrol industri minyak Venezuela ke tangan perusahaan AS.
Bahkan dalam kampanye Pilpres 2024, Trump menyebut Venezuela 'nyaris jatuh' dan siap diambil alih saat ia meninggalkan Gedung Putih. Pernyataan itu kini kembali relevan, seiring klaim Trump bahwa AS akan mengelola negara tersebut dalam masa transisi.
Meski Trump menyebut penangkapan Maduro sebagai operasi penegakan hukum terhadap dugaan kejahatan narkotika, narasi tersebut beriringan dengan langkah konkret di sektor energi.
Dua pekan sebelum serangan, Trump secara terbuka menyinggung hak minyak yang menurutnya dirampas Venezuela dari perusahaan Amerika.
“Kami ingin hak itu kembali,” katanya saat itu.
Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa intervensi militer ini tidak hanya bersifat keamanan, melainkan juga bertujuan membuka kembali akses AS terhadap ladang minyak, kilang, serta infrastruktur energi Venezuela yang selama ini tertutup akibat sanksi dan konflik politik.
Potensi Pengelolaan oleh AS
Trump juga menyiratkan bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerahkan kendali Venezuela kepada pihak lain dalam waktu dekat.
Dengan pernyataan “kami akan menjalankan negara ini”, muncul spekulasi bahwa industri strategis, termasuk minyak, akan berada di bawah kendali langsung otoritas AS atau perusahaan energi Amerika selama masa transisi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
