Potret Albert Einstein sang genius cerdas
JawaPos.com - Albert Einstein merupakan matematikawan dan fisikawan asal Jerman yang mengembangkan teori relativitas khusus dan umum. Pada 1921, ia meraih Hadiah Nobel Fisika berkat penjelasannya mengenai photoelectric effect. Pada dekade berikutnya, ia memilih berimigrasi ke Amerika Serikat setelah menjadi sasaran Partai Nazi. Karya-karyanya juga memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan energi atom. Di akhir hidupnya, Einstein banyak menaruh perhatian pada pengembangan teori medan terpadu.
Masa Muda dan Pendidikan Awal
Mengutip EBSCO, berkat bimbingan ayahnya yang berpemikiran ilmiah, ketertarikan Einstein pada konsep-konsep sains dan matematika rumit muncul sejak dini. Meski memiliki kemampuan intelektual yang jelas menonjol, Einstein tidak menyukai pendidikan formal. Pada usia remaja, ia menulis makalah ilmiah pertamanya mengenai eter dalam medan magnet.
Einstein kemudian menyelesaikan pendidikan di Swiss Federal Institute of Technology, Zurich. Pada 1901, ia menerima sertifikat mengajar dan memperoleh kewarganegaraan Swiss. Ketika kesulitan mencari pekerjaan sebagai guru, ia bekerja sebagai pegawai Kantor Paten selama tujuh tahun, periode ketika ia menghasilkan karya-karya ilmiah paling revolusioner.
Kontribusi Ilmiah dan Karier Akademik
Melansir Nobel Prize, Einstein menghasilkan sebagian besar karyanya yang luar biasa ketika masih bekerja di Kantor Paten. Pada 1908 ia diangkat sebagai Privatdozent di Bern, kemudian menjabat Profesor Luar Biasa di Zurich pada 1909, dan Profesor Fisika Teoretis di Praha pada 1911. Ia kembali ke Zurich setahun kemudian untuk posisi yang sama, sebelum pada 1914 ditunjuk sebagai Direktur Kaiser Wilhelm Physical Institute dan Profesor di Universitas Berlin. Ia kembali mengambil kewarganegaraan Jerman pada 1914 dan menetap di Berlin hingga 1933, sebelum akhirnya melepaskan kewarganegaraan tersebut dan pindah ke Amerika karena alasan politik.
Di Amerika Serikat, ia menjadi Profesor Fisika Teoretis di Princeton, memperoleh kewarganegaraan AS pada 1940, dan pensiun pada 1945. Seusai Perang Dunia II, Einstein dikenal sebagai tokoh penting dalam gerakan Pemerintahan Dunia. Ia bahkan pernah ditawari jabatan Presiden Israel, yang kemudian ia tolak.
Dalam karier ilmiahnya, Einstein dikenal memiliki kemampuan memvisualisasikan masalah fisika secara jelas dan menentukan langkah-langkah strategis untuk memecahkannya. Teori relativitas khusus lahir dari upayanya merekonsiliasi hukum mekanika dengan elektromagnetisme. Ia juga menyumbang pemikiran penting dalam mekanika statistik, menjelaskan gerak Brownian, serta meletakkan dasar bagi teori foton cahaya.
Pada 1916, ia menerbitkan teori relativitas umum. Pada 1920-an, ia mulai mengembangkan teori medan terpadu dan tetap mengejar konsep tersebut saat tinggal di Amerika. Ia turut memberikan kontribusi terhadap teori probabilistik kuantum, statistik gas monoatomik, hingga kosmologi relativistik.
Karya-karya cemerlang dari Albert Einstein antara lain, Special Theory of Relativity (1905), Relativity (1920 & 1950), General Theory of Relativity (1916), Investigations on Theory of Brownian Movement (1926), dan The Evolution of Physics (1938). Dalam bidang non-sains, karyanya antara lain About Zionism (1930), Why War? (1933), My Philosophy (1934), serta Out of My Later Years (1950).
Akhir Hayat Sang Ilmuwan Besar
Menurut Biography, Einstein meninggal pada 18 April 1955 pada usia 76 tahun di University Medical Center, Princeton. Sehari sebelumnya, ketika menyiapkan pidato untuk memperingati ulang tahun ketujuh Israel, ia mengalami aneurisma aorta abdomen. Meski dibawa ke rumah sakit, Einstein menolak menjalani operasi karena merasa hidupnya telah lengkap dan memilih menerima takdirnya. Setelah autopsi, jenazah Einstein dipindahkan ke rumah pemakaman di Princeton, lalu dibawa ke Trenton, New Jersey, untuk proses kremasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022