Ilustrasi lambang Polis Diraja Malasya (PDRM). (Wikipedia)
JawaPos.com-Sebanyak 49 wanita warga negara Indonesia (WNI) diselamatkan oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM) dari jaringan perdagangan manusia yang beroperasi di sekitar Klang, Malaysia.
Baca Juga: Prediksi Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta! Green Force akan Menang dengan Skor Tipis
Operasi besar ini dilakukan Jumat (17/10) di 11 lokasi berbeda, mengungkap praktik eksploitasi berkedok agen tenaga kerja asing.
Direktur Departemen Investigasi Kriminal (CID), CP Datuk M. Kumar S. Muthuvelu, mengatakan operasi tersebut juga menjerat 14 orang pelaku, termasuk dalang utama sindikat yang selama ini bersembunyi di balik perusahaan agen tenaga kerja.
“Semua yang ditahan terdiri atas 11 warga lokal (delapan lelaki, tiga wanita) dan tiga wanita warga Indonesia berusia antara 27 hingga 47 tahun yang ditangkap sampai hari ini,” ujar Kumar, dikutip dari kantor berita BERNAMA via ANTARA.
Menurut Kumar, para korban merupakan perempuan berusia 20 hingga 47 tahun yang telah berada di Malaysia antara lima bulan hingga 13 tahun.
Dalam penggerebekan itu, polisi juga menyita uang tunai RM 1,05 juta, 71 paspor Indonesia, serta tiga kendaraan yang digunakan untuk operasional sindikat.
Penyelidikan awal mengungkap bahwa jaringan tersebut menggunakan modus tawaran kerja palsu dengan iming-iming gaji antara RM 2.000 hingga RM 3.000 di kilang dan perusahaan swasta.
Namun sesampainya di Malaysia, korban malah mendapatkan kenyayaan berbeda dari yang ditawarkan.
“Korban dikurung di lima rumah yang disediakan sindikat dan dipaksa bekerja sebagai pembantu rumah, pembantu kedai makan dan pekerja salon,” ungkap Kumar.
Kasus ini menambah daftar panjang praktik perdagangan manusia yang menjerat pekerja migran asal Indonesia di Malaysia.
Pihak berwenang menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari upaya nasional membongkar sindikat lintas negara yang memanfaatkan celah migrasi dan lemahnya pengawasan perekrutan tenaga kerja asing.
PDRM menyatakan penyelidikan masih berlangsung, termasuk kemungkinan adanya jaringan rekrutmen di Indonesia yang berperan mengirim korban ke Malaysia. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
