
Perbatasan Rafah di Mesir urung dibuka oleh Israel. (Al-Jazeera).
JawaPos.com - Bukan Zionis Israel namanya kalau tidak suka ingkar janji. Selain masih melakukan kekerasan padahal sudah sepakat gencatan senjata, Israel juga ingkar ihwal kesepakatan pembukaan perbatasan Rafah, satu-satunya akses masuk menuju Gaza dari Mesir.
Israel kembali menunda pembukaan kembali perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dan Mesir, langkah yang semakin memperdalam krisis kemanusiaan di wilayah yang porak-poranda akibat perang dua tahun terakhir. Padahal sebelumnya pembukaan perbatasan tersebut dijadwalkan Kamis (16/10) kemarin.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan penyeberangan Rafah “mungkin akan dibuka pada Minggu,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa setidaknya tiga warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di Gaza selatan, meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku.
Sementara itu, unit militer Israel yang mengurusi urusan sipil di wilayah pendudukan, COGAT, mengonfirmasi bahwa koordinasi dengan Mesir masih berlangsung untuk menentukan tanggal pembukaan kembali Rafah.
Namun, COGAT menegaskan bahwa penyeberangan itu tetap tertutup untuk pengiriman bantuan kemanusiaan. Seluruh pasokan bantuan, kata mereka, hanya akan melewati penyeberangan Karem Abu Salem (Kerem Shalom) setelah pemeriksaan keamanan Israel.
Padahal, berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Israel–Hamas yang mulai berlaku pekan lalu, penyeberangan Rafah seharusnya sudah dibuka pada Rabu.
Namun, penguasaan penuh militer Israel atas perbatasan dan Koridor Filadelfi sejak Mei lalu membuat implementasi perjanjian tersebut tersendat. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade, pasukan Israel kini mengendalikan langsung jalur lintas itu.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa meski gencatan senjata telah berlaku, arus bantuan ke Gaza masih jauh dari cukup untuk mengatasi kondisi yang sudah berada di ambang kelaparan.
“Ribuan kendaraan bantuan harus masuk setiap pekan untuk meredakan krisis,” ujar Tom Fletcher, Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan. Ia menambahkan, layanan kesehatan hampir lumpuh total sementara lebih dari 2,2 juta penduduk Gaza kini kehilangan tempat tinggal.
Melansir Al-Jazeera, UNICEF juga menyoroti ancaman serius terhadap anak-anak di Gaza. “Ada 28.000 anak yang didiagnosis menderita malnutrisi hanya pada Juli dan Agustus lalu, dan ribuan lainnya sejak itu,” kata juru bicara UNICEF, Tess Ingram, kepada Al Jazeera dari wilayah al-Mawasi di Gaza selatan.
Menurutnya, pembukaan beberapa penyeberangan sangat penting agar bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah Gaza. “Taruhannya sangat tinggi,” ujarnya. “Kita tidak hanya membutuhkan makanan, tapi juga perawatan untuk anak-anak yang mengalami kekurangan gizi parah.”
Sementara pemerintah Gaza dalam pernyataannya menggambarkan bantuan yang masuk sejak serangan Israel berkurang sebagai 'setetes di lautan'.
“Masyarakat membutuhkan aliran bantuan yang besar, berkelanjutan, dan terorganisasi, termasuk bahan bakar, gas memasak, serta pasokan medis dan logistik,” tulis kantor media pemerintah Gaza.
Mereka juga memperkirakan sekitar 70 juta ton reruntuhan kini menutupi wilayah Gaza akibat dua tahun pemboman tanpa henti. “Reruntuhan ini mencakup ribuan rumah, fasilitas, dan infrastruktur vital,” kata mereka.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
