Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyaksikan pengumuman penurunan harga obat-obatan di Gedung Putih, Washington (10/10). (Reuters)
JawaPos.com-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus memantau perkembangan situasi di Gaza. Seperti diketahui saat ini Gaza sedang masuk fase gencatan senjata. Ancaman keras dia lontarkan kepada Hamas jika sampai melanggar aturan. Apalagi sampai membunuh warga sipil di Gaza.
Baca Juga: Ini 7 Ciri Perilaku yang Menandakan Introvert Menurut Psikologi, Bisa Diamati Tanpa Perlu Validasi!
Lewat Truth Social sebagaimana dilansir AFP pada Jumat (17/10), Trump mengancam akan menghabisi Hamas jika terbukti membunuh warga sipil di Gaza. Termasuk membunuh warga sipil di Gaza yang menurut Hamas terkait dengan Israel maupun alasan keterlibatan kejahatan lainnya.
"Jika Hamas terus membunuh orang-orang di Gaza, yang bukan merupakan bagian kesepakatan, kita tidak memiliki pilihan selain masuk dan menghabisi mereka," katanya. Trump sendiri tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal sikapnya tersebut.
Untuk diketahui, sejak penarikan awal pasukan Israel di Jalur Gaza berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang didukung AS, Hamas telah memperketat cengkeramannya di kota-kota yang hancur. Mereka juga melancarkan penindakan keras, serta mengeksekusi orang-orang yang dituduh menjadi kolaborator Israel. Aksi tersebut dilakukan di jalanan.
Pihak AS sendiri sudah merespon sikap Hamas tersebut. Komandan Komando Pusat AS yang memimpin pasukan AS di Timur Tengah, Laksamana Brad Cooper, meminta Hamas agar berhenti menembaki warga sipil Palestina. Dia meminta Hamas mematuhi kesepakatan gencatan senjata Gaza.
Tekanan kepada Hamas juga disampaikan oleh pemerintah Israel. Mereka meminta Hamas untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata. Di antaranya adalah menanggalkan senjata serta menyerahkan semua sandera yang masih hidup maupun tewas.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengingatkan bahwa perjanjian gencatan senjata menuntut Hamas menanggalkan senjata. Kemudian menyerahkan semua sandera yang masih hidup maupun yang tewas.
Dia mengatakan jika Hamas menolak mematuhi kesepakatan tersebut, Israel akan melanjutkan pertempuran di Jalur Gaza. Katz mengatakan Israel menyiapkan rencana menyeluruh militernya untuk menghadapi kemungkinan tersebut.
Pada Senin (13/10) lalu, pihak Hamas sudah menyerahkan 20 sandera hidup sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata. Sementara untuk yang tewas, dibutuhkan peralatan khusus untuk evakuasi. (*)

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
