
Serangan Israel ke Lebanon. (Al-Jazeera).
JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Militer Israel pada Kamis (17/10) melancarkan lima serangan udara di Lebanon selatan, menandai pelanggaran baru terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak November 2024.
Menurut laporan Anadolu Agency dan kantor berita resmi Lebanon NNA, dua serangan menghantam kota Bnaafoul di Sidon, satu lagi di Khirbet Dweir antara Sarafand dan Baysariyeh. Sementara dua lainnya menargetkan wilayah Roumine dan Houmine di distrik Nabatieh.
Lebih mencengangkan, sebuah drone Israel menyerang kota Blida di distrik Marjayoun ketika warga sedang memanen zaitun, simbol penting kehidupan dan ketahanan ekonomi masyarakat Lebanon.
Meski tak ada korban jiwa, serangan itu memperdalam kekhawatiran bahwa gencatan senjata kini di ambang kehancuran.
Mengutip Middle East Monitor, Presiden Lebanon Joseph Aoun menuduh Israel dengan sengaja memperluas konflik Gaza ke Lebanon untuk “mempertahankan keuntungan politik melalui darah dan api.”
Ia menegaskan, Lebanon tidak akan tinggal diam. Pemerintah berencana menambah jumlah pasukan di selatan Sungai Litani menjadi 10.000 personel hingga akhir tahun untuk memperkuat keamanan perbatasan usai penarikan bertahap pasukan Israel.
Dalam pertemuannya dengan Komandan UNIFIL Diodato Abagnara di Beirut, Aoun mengatakan tentara Lebanon akan bekerja sama dengan pasukan PBB (UNIFIL) guna memastikan penerapan penuh Resolusi DK PBB 1701, yang mengatur zona bebas senjata antara Garis Biru dan Sungai Litani.
“Lebanon berkoordinasi dengan sejumlah negara untuk menjaga stabilitas jangka panjang di selatan,” ujar Aoun.
Resolusi 1701 disahkan pada 2006 setelah perang besar antara Hezbollah dan Israel, menyerukan penghentian total permusuhan dan penarikan pasukan Israel.
Namun, sejak Oktober 2023, bentrokan lintas perbatasan kembali terjadi, memuncak menjadi ofensif besar Israel pada September 2024 yang menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai 17.000 lainnya.
Meski gencatan senjata disepakati setahun lalu, Israel belum sepenuhnya menarik pasukannya dari selatan Lebanon dan masih mempertahankan lima pos militer di perbatasan.
Kini, dengan serangan udara terbaru ini, banyak pihak khawatir perang Gaza bisa merembet menjadi konflik regional yang lebih luas, melibatkan Lebanon, Suriah, dan mungkin Iran.
Para pengamat menilai, serangan Israel ke Lebanon di tengah masa panen bukan hanya soal militer, melainkan sinyal politik keras kepada Hezbollah dan pemerintah Beirut.
“Ini pesan bahwa Israel siap membuka front baru jika merasa terancam,” ujar seorang analis Timur Tengah di Beirut.
Namun, bagi warga Lebanon, pesan itu sudah jelas terasa, bukan lewat kata-kata, melainkan ledakan di ladang zaitun mereka.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
