
Dari kiri: JD Vance menyaksikan pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani di Swiss (The Guardian)
JawaPos.com - Iran menyatakan tercapainya kemajuan penting setelah hari pertama perundingan tingkat tinggi dengan Amerika Serikat (AS) berakhir di Swiss pada Minggu (21/6), meskipun pembukaan pembicaraan sempat diwarnai ketegangan akibat ancaman Presiden AS Donald Trump terkait Selat Hormuz dan konflik yang terus berlangsung di Lebanon.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dari proses negosiasi selama 60 hari yang bertujuan mencari kesepakatan lebih luas mengenai program nuklir Iran sekaligus menjaga gencatan senjata yang rapuh di kawasan Timur Tengah.
Pembicaraan itu mempertemukan sejumlah pejabat senior kedua negara yang selama bertahun-tahun terlibat perselisihan terkait program nuklir Iran, sanksi ekonomi, serta pengaruh Teheran di kawasan. Selain isu nuklir, perkembangan situasi di Lebanon muncul sebagai salah satu faktor paling menentukan keberhasilan atau kegagalan proses diplomatik yang sedang berlangsung.
Dilansir dari The Guardian, Senin (22/6/2026), Qatar dan Pakistan selaku mediator mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menyepakati sebuah peta jalan menuju kesepakatan final dalam waktu 60 hari. Dalam pernyataan bersama tersebut disebutkan bahwa pembicaraan teknis di tingkat pejabat yang lebih rendah akan berlangsung sepanjang pekan ini untuk membahas rincian implementasi berbagai kesepahaman yang telah dicapai.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyambut hasil awal perundingan itu dengan optimistis. Ia menyatakan bahwa mediasi Pakistan dan Qatar telah menghasilkan kemajuan signifikan dalam upaya mengakhiri perang di Lebanon.
"Mediasi Pakistan dan Qatar telah menghasilkan kemajuan besar untuk mengakhiri perang Lebanon," ujarnya. Menurut Araghchi, ujian pertama dari kesepahaman yang tercapai akan terlihat melalui mekanisme pencegahan konflik atau deconfliction yang dirancang khusus untuk Lebanon.
Sebagai bagian dari hasil awal perundingan, kedua negara juga menyetujui pembentukan jalur komunikasi langsung guna mencegah insiden di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Selain itu, akan dibentuk sebuah sel koordinasi dengan pemerintah Lebanon untuk memastikan penghentian operasi militer dapat dipatuhi oleh pihak-pihak yang terlibat di lapangan.
Namun, proses negosiasi tidak berjalan mulus. Selama akhir pekan, Iran mengumumkan kembali penerapan blokade di Selat Hormuz sebagai bentuk protes terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon. Teheran menuduh Washington membiarkan Israel melanggar nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani pekan lalu.
MoU tersebut pada dasarnya menyerukan penghentian pertempuran di seluruh front konflik, tetapi serangan Israel pada Sabtu dilaporkan menewaskan lebih dari 30 orang di wilayah Lebanon tengah dan selatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022