
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyaksikan pengumuman penurunan harga obat-obatan di Gedung Putih, Washington (10/10). (Reuters)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menarik perhatian dunia setelah menyatakan kesiapannya untuk mengizinkan Israel melanjutkan operasi militer di Gaza jika Hamas dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Dalam wawancara dengan CNN pada Rabu (16/10), Trump menegaskan bahwa keputusan itu bisa diambil “segera begitu saya mengatakannya.”
“Apa yang sedang terjadi dengan Hamas — itu akan segera diselesaikan,” ujar Trump dalam panggilan telepon kepada CNN.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hamas. Israel menuduh kelompok yang oleh AS dikategorikan sebagai organisasi teroris itu belum sepenuhnya mematuhi kesepakatan pengembalian sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
Menurut butir keempat dari Trump Peace Plan, rencana perdamaian 20 poin yang diumumkan Gedung Putih, Hamas diwajibkan menyerahkan seluruh sandera dalam waktu 72 jam setelah Israel menyetujui kesepakatan tersebut.
Hingga Rabu pagi, 20 sandera hidup telah dikembalikan ke Israel, sementara Hamas juga menyerahkan delapan jenazah, empat di antaranya pada tengah malam.
Trump menyebut keberhasilan penyelamatan sandera hidup sebagai langkah penting dalam proses perdamaian.
“Membebaskan 20 sandera itu adalah prioritas utama,” katanya.
Namun, sejumlah sumber di pemerintahan AS mengatakan pihaknya belum menilai Hamas melanggar kesepakatan. Washington disebut telah menerima jaminan dari mediator pihak ketiga bahwa Hamas akan terus berupaya menemukan sisa jenazah yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan akibat perang dua tahun terakhir.
Meski demikian, situasi di Gaza tetap memanas. Dalam beberapa hari terakhir, bentrokan dilaporkan terjadi antara Hamas dan kelompok bersenjata lain, termasuk insiden eksekusi publik yang viral di media sosial.
Trump menegaskan bahwa Hamas harus segera melucuti senjata atau menghadapi konsekuensi berat. Dalam rencananya, Gaza akan dijadikan wilayah tanpa militer dan diawasi oleh lembaga independen internasional.
“Kalau Hamas menolak untuk menyerahkan senjata, saya memikirkannya... Israel akan kembali ke jalanan Gaza begitu saya memberikan perintah,” tegas Trump.
“Israel bisa menghantam mereka habis-habisan kalau saya biarkan. Tapi saya harus menahan mereka. Saya sudah berbicara langsung dengan Bibi (Netanyahu),” tambahnya.
Rencana Trump juga membuka peluang amnesti bagi anggota Hamas yang bersedia hidup damai dan menyerahkan senjata. Sementara itu, mereka yang memilih meninggalkan Gaza akan diberi jalur aman menuju negara penerima.
Meski ancamannya terdengar keras, Trump tetap mengekspresikan optimisme terhadap prospek perdamaian jangka panjang. Ia menyebut dukungan internasional terhadap kesepakatan tersebut sebagai yang terbesar dalam sejarah.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
