
Trump dan Netanyahu berjabat tangan saat bertemu di Gedung Putih pada 7 April 2025. (dok Al Jazeera)
JawaPos.com - Rencana mendadak mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghadirkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) multinasional Gaza di Mesir berakhir dengan pembatalan dramatis.
Alasannya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menolak mendarat di Sharm el-Sheikh jika Netanyahu tetap diundang. Rumor ini beredar luas.
Insiden diplomatik yang berlangsung di menit-menit terakhir itu menyoroti ketegangan politik yang masih menyelimuti upaya perdamaian di Timur Tengah. Menurut laporan, Trump sempat memastikan kehadiran Netanyahu setelah melakukan panggilan telepon langsung dari Israel kepada Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi pada Senin pagi.
Namun, situasi berubah cepat ketika Erdogan menyampaikan keberatan keras dari pesawatnya yang tengah melintas di atas Mesir. Demikian mengutip Guardian.
Sumber diplomatik menyebut, Erdogan bahkan menegaskan bahwa ia tidak akan menginjakkan kaki di Mesir jika Netanyahu benar-benar hadir di konferensi tersebut. Tekanan itu memaksa Trump membatalkan undangan menit terakhirnya.
“Perdana Menteri Netanyahu diundang oleh Presiden AS Trump untuk berpartisipasi dalam konferensi yang berlangsung hari ini di Mesir. Perdana Menteri berterima kasih kepada Presiden Trump atas undangannya, tetapi menyatakan bahwa beliau tidak dapat hadir karena acara tersebut berdekatan dengan awal hari raya,” demikian klarifikasi pihak yang berwenang di Israel.
Namun, di balik alasan diplomatis itu, tekanan politik di dalam negeri Israel juga disebut berperan. Sejumlah tokoh garis keras dalam pemerintahan koalisi Netanyahu mengancam akan mengundurkan diri jika sang perdana menteri hadir di KTT tersebut.
Kehadiran Netanyahu di forum internasional ini memang berpotensi menimbulkan kontroversi besar. Selain surat perintah penangkapan dari Pengadilan Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Gaza, sebagian negara Arab yang belum menormalisasi hubungan dengan Israel diperkirakan akan memboikot acara jika Netanyahu datang.
Lebih dari 20 pemimpin dunia dijadwalkan menghadiri KTT yang diselenggarakan secara tergesa-gesa ini, termasuk pemimpin negara-negara Arab dan Barat.
Sementara bagi Erdogan, tampil satu panggung atau bahkan berjabat tangan dengan Netanyahu bisa menjadi bumerang politik di dalam negeri. Selama ini, ia dikenal keras mengecam Israel dan menyebut tindakan militer di Gaza sebagai 'genosida'.
Foto-foto yang menunjukkan kedekatan dengan Netanyahu diyakini akan merusak citranya di mata publik Turki serta memperlemah posisi Ankara dalam rencana pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza.
Banyak pihak menilai, insiden ini memperlihatkan betapa rapuhnya diplomasi perdamaian di kawasan tersebut.
Trump, yang berupaya memposisikan diri sebagai arsitek perdamaian baru Timur Tengah, kini kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa politik simbol dan sensitivitas publik masih menjadi batu sandungan terbesar bagi normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Muslim.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
