
Warga Palestina yang mengungsi berjalan di tengah bangunan yang hancur di kamp pengungsi Shati di Kota Gaza, Minggu, 12 Oktober 2025. (AP Photo/Abdel Kareem Hana).
JawaPos.com - Ratusan truk bantuan kemanusiaan mulai memasuki Jalur Gaza melalui perbatasan Kerem Shalom, Minggu (12/10), menandai awal dari peningkatan besar dalam pengiriman bantuan di bawah kesepakatan gencatan senjata terbaru antara Israel dan kelompok Hamas.
Konvoi bantuan yang dikawal oleh Bulan Sabit Merah Mesir membawa berbagai kebutuhan mendesak, termasuk obat-obatan, tenda, selimut, bahan bakar, serta makanan pokok.
Sebelum memasuki wilayah Gaza, setiap truk diperiksa oleh pasukan Israel sebagai bagian dari prosedur keamanan yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut.
Pemerintah Mesir menyatakan telah mengirim 400 truk bantuan, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyiapkan sekitar 170.000 ton bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya.
“Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan lebih dari dua juta warga Gaza hingga tiga bulan ke depan,” tulis World Food Programme (WFP) dalam pernyataannya.
Mulai Minggu ini, jumlah bantuan yang masuk ke wilayah Gaza diperkirakan akan meningkat hingga 600 truk per hari, sebagaimana diatur dalam kesepakatan gencatan senjata.
Selama dua tahun terakhir, blokade bantuan yang diberlakukan Israel telah memicu krisis kelaparan parah di berbagai wilayah Gaza. Sebuah badan PBB pada Agustus lalu bahkan mengonfirmasi terjadinya kelaparan massal di beberapa area akibat keterbatasan akses pangan dan air bersih.
Israel sebelumnya menuding Hamas mencuri bantuan kemanusiaan, dan kemudian meluncurkan lembaga baru bernama Gaza Humanitarian Foundation (GHF), organisasi yang didukung Amerika Serikat untuk mengelola distribusi bantuan.
Namun nasib lembaga itu kini tak jelas. Warga Palestina di Rafah dan Gaza Tengah mengatakan beberapa pusat distribusi GHF telah dibongkar pada akhir pekan.
Sementara itu, puluhan ribu warga Palestina mulai kembali ke Gaza City dan wilayah utara untuk mencari sisa-sisa rumah mereka yang hancur akibat perang berkepanjangan.
Data UNRWA menunjukkan, sekitar 1,9 juta warga Gaza, atau 90 persen dari total populasi, telah mengungsi selama dua tahun terakhir, banyak di antaranya harus berpindah tempat berkali-kali.
Laporan United Nations Satellite Centre mencatat bahwa hingga akhir September, 83 persen bangunan di Gaza City rusak atau hancur total, sementara secara keseluruhan 78 persen infrastruktur di seluruh Gaza terdampak parah.
Program Lingkungan PBB (UNEP) memperkirakan sekitar 61 juta ton puing, setara dengan 25 Menara Eiffel, harus dibersihkan sebelum proses rekonstruksi dimulai.
Menurut Bank Dunia, upaya untuk membangun kembali Gaza sepenuhnya akan membutuhkan lebih dari USD 50 miliar, menjadikannya salah satu proyek pemulihan pascaperang terbesar dalam sejarah modern Timur Tengah.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
