Ilustrasi Zheng He dan pelayaran kapal-kapal Tiongkok (The China Project)
JawaPos.com - Zheng He adalah seorang pelaut dan penjelajah legendaris asal Tiongkok yang memimpin tujuh pelayaran besar atas perintah kaisar pada masa Dinasti Ming. Ekspedisi maritim tersebut berlangsung antara tahun 1405 hingga 1433 dan menjelajahi berbagai wilayah seperti Laut Cina Selatan, Samudra Hindia, Laut Arab, Laut Merah, hingga pesisir timur Afrika.
Dikutip dari The Mariner's Museum and Park, tujuh pelayaran ini bukan sekadar ekspedisi penjelajahan, melainkan misi diplomatik, militer, sekaligus perdagangan yang bertujuan memperkuat pengaruh serta menunjukkan kejayaan Tiongkok kepada dunia.
Unjuk Kekuatan Maritim Tiongkok
Menurut National Geographic, meskipun sering disebut sebagai penjelajah besar, Zheng He sejatinya tidak melakukan pelayaran untuk menemukan dunia baru. Pada masa Dinasti Song, Tiongkok bahkan telah lebih dulu menjalin kontak dagang hingga ke India, Teluk Persia, dan Afrika Timur.
Maka dari itu, pelayaran Zheng He berfungsi lebih sebagai ajang unjuk kekuatan kekaisaran dan sarana mempererat hubungan dengan negara-negara vasal, sekaligus memastikan pasokan komoditas penting seperti lada, obat-obatan, belerang, timah, dan kuda tetap lancar.
Armada yang dipimpin Zheng He sangat menakjubkan, baik dari segi ukuran maupun jumlah. Pada pelayaran pertamanya, tercatat ada 255 kapal yang berlayar, di mana 62 di antaranya merupakan kapal harta karun raksasa yang disebut baochuan.
Kapal-kapal ini disertai armada pendukung seperti macuan untuk mengangkut kuda serta kapal pengangkut tentara, pelaut, dan perlengkapan. Sekitar 600 pejabat ikut serta dalam ekspedisi tersebut, termasuk dokter, ahli astrologi, dan kartografer.
Rute Ekspedisi dan Jejak Diplomasi
Kapal-kapal Zheng He memulai perjalanan dari pelabuhan utama seperti Nanjing, Hangzhou, dan Fujian. Dari sana, mereka berlayar menuju selatan dan berlabuh di Quy Nhon, Vietnam, wilayah yang saat itu baru saja ditaklukkan oleh Tiongkok. Setelahnya, armada besar itu melanjutkan perjalanan ke arah selatan, mengunjungi Jawa, Sumatra, dan singgah di pelabuhan Malaka untuk menunggu hembusan angin muson musim dingin sebelum melanjutkan pelayaran ke barat.
Tiga ekspedisi pertama berakhir di Ceylon (kini Sri Lanka) dan Kalikut di India Selatan. Pelayaran keempat mencapai Hormuz di Teluk Persia, sementara ekspedisi terakhir bahkan menjelajahi Laut Merah dan terus menuju pesisir Afrika Timur hingga Kenya, dan mungkin lebih jauh lagi.
Menariknya, berdasarkan catatan pada salinan peta Fra Mauro dari tahun 1459, disebutkan bahwa kapal-kapal Tiongkok kemungkinan telah mencapai Tanjung Harapan pada tahun 1420, sebelum terpaksa berbalik akibat kekurangan angin.
Akhir dari Pelayaran Agung
Pelayaran besar Zheng He berakhir tiba-tiba pada tahun 1433 atas perintah Kaisar Xuande. Dilansir dari ThoughtCo, terdapat tiga alasan utama di balik penghentian ekspedisi megah tersebut.
Pertama, wafatnya Kaisar Yongle, sang sponsor utama enam pelayaran pertama pada tahun 1424. Penerusnya, Kaisar Hongxi memerintahkan penghentian seluruh pelayaran. Meski demikian, cucunya, Kaisar Xuande, masih sempat melanjutkan satu ekspedisi terakhir antara tahun 1430 hingga 1433.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
