Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. (Gazetta Express).
JawaPos.com - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menegaskan kritiknya terhadap armada bantuan internasional yang dicegat militer Israel saat menuju Jalur Gaza.
Agak lain, menurutnya, aksi tersebut lebih bersifat simbolis ketimbang memberi dampak nyata bagi rakyat Palestina yang masih hidup di bawah blokade.
Armada berisi puluhan kapal itu ditumpangi ratusan aktivis dari berbagai negara, termasuk sekitar 40 warga Italia. Namun, upaya mereka menembus blokade laut Israel kandas setelah pasukan Israel naik ke kapal dan menghentikan perjalanan.
Kabar penyitaan kapal segera memicu gelombang protes di Italia. Sejumlah kota dilaporkan diguncang demonstrasi, sementara serikat buruh menyerukan aksi mogok nasional pada Jumat sebagai bentuk solidaritas terhadap para aktivis yang ditahan.
Meski tekanan publik kian besar, Meloni justru mengambil sikap berlawanan. Ia menyatakan pemerintahnya akan berusaha memulangkan warga Italia dari Gaza secepat mungkin, tetapi tetap menegaskan bahwa aksi tersebut “tidak membawa kebaikan apa pun bagi rakyat Palestina.”
Dalam komentarnya di sela pertemuan Uni Eropa di Denmark, Meloni juga menyindir keras seruan mogok nasional. Ia menilai pemilihan hari Jumat untuk mogok hanya akan membuat aksi itu kehilangan bobot.
“Akhir pekan panjang dan revolusi tidak berjalan bersama,” ujarnya dengan nada sinis.
Pernyataan itu memperlihatkan jarak politik antara pemerintah Italia dan gerakan masyarakat sipil yang mendukung Palestina. Kritik Meloni bisa menambah ketegangan dengan kelompok buruh, aktivis, dan oposisi yang menilai solidaritas internasional justru penting untuk menekan Israel.
Sikap Meloni sejalan dengan posisinya sebagai pemimpin sayap kanan yang kerap memandang skeptis gerakan solidaritas global. Ia lebih menekankan pada jalur diplomasi formal dibandingkan aksi-aksi politik jalanan yang dianggapnya hanya seremonial.
Kini, sorotan tidak hanya tertuju pada bagaimana Israel memperlakukan para aktivis, tetapi juga pada bagaimana Italia menghadapi perpecahan politik internal. Isu Palestina kembali menjadi bahan bakar perdebatan antara pemerintah, serikat buruh, dan masyarakat sipil di negeri itu.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
