Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 21.05 WIB

Israel Hentikan 13 Kapal Bantuan ke Gaza yang Picu Kritik Internasional

Sebuah tangkapan layar dari video siaran langsung menunjukkan awak kapal yang menuju Gaza, dikelilingi oleh Pasukan Pertahanan Israel (2/10). (Global Sumud Flotilla via Reuters) - Image

Sebuah tangkapan layar dari video siaran langsung menunjukkan awak kapal yang menuju Gaza, dikelilingi oleh Pasukan Pertahanan Israel (2/10). (Global Sumud Flotilla via Reuters)

JawaPos.com - Pasukan Israel telah menghentikan 13 kapal yang membawa aktivis asing dan bantuan yang menuju Gaza.

Meski begitu, sekitar 30 kapal tetap melanjutkan perjalanan ke wilayah Palestina yang dilanda perang, seperti diumumkan oleh penyelenggara pada Kamis (2/10).

Sebuah video dari Kementerian Luar Negeri Israel yang diverifikasi Reuters menunjukkan pasukan Israel menghentikan beberapa kapal dalam armada tersebut. Dalam rekaman itu terlihat para penumpang, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, duduk di dek kapal yang sudah dikepung tentara.

"Beberapa kapal armada Hamas-Sumud telah dihentikan dengan selamat dan penumpangnya dipindahkan ke pelabuhan Israel. Greta dan rekan-rekannya dalam kondisi sehat," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Israel melalui platform X (sebelumnya Twitter).

Armada yang dikenal dengan nama Sumud Global ini mengangkut obat-obatan dan makanan untuk Gaza. Terdiri dari lebih dari 40 kapal sipil dengan sekitar 500 orang di dalamnya, termasuk anggota parlemen, pengacara, dan aktivis dari berbagai negara.

Melalui kanal Telegram, konvoi tersebut mengunggah sejumlah video berisi pesan dari penumpang di berbagai kapal. Beberapa memperlihatkan identitas diri sambil menegaskan bahwa mereka telah dibawa paksa ke Israel, meski misi yang mereka jalankan sepenuhnya bersifat kemanusiaan dan non-kekerasan.

Rangkaian kapal ini menjadi simbol perlawanan terhadap blokade Israel atas Gaza. Perjalanan mereka melintasi Laut Mediterania mendapat sorotan global, apalagi sejumlah negara seperti Turki, Spanyol, dan Italia menyiagakan kapal maupun drone untuk melindungi warganya jika diperlukan. Hal ini terjadi meskipun Israel berulang kali memperingatkan agar mereka membatalkan misi.

Kementerian Luar Negeri Turki mengecam keras tindakan Israel, menyebut serangan terhadap armada sebagai aksi teror yang membahayakan nyawa warga sipil tak bersalah.

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro pada Rabu (1/10) memerintahkan pengusiran seluruh delegasi diplomatik Israel setelah dua warga Kolombia ditahan dalam armada tersebut.

Ia menilai penahanan itu sebagai kejahatan internasional baru yang dilakukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Selain menuntut pembebasan warganya, Petro juga mengakhiri perjanjian perdagangan bebas Kolombia dengan Israel.

Kecaman juga datang dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Ia menyebut intersepsi terhadap kapal bantuan sebagai bentuk penghinaan Israel terhadap hak-hak rakyat Palestina sekaligus “hati nurani dunia”. Malaysia menyebut ada delapan warganya yang ikut ditahan.

Tindakan Israel ini memicu gelombang protes, termasuk di Italia yang serikat pekerjanya menyerukan pemogokan umum pada Jumat sebagai bentuk solidaritas terhadap armada bantuan tersebut.

Pihak militer Israel sebelumnya menegaskan bahwa armada mendekati zona pertempuran aktif dan dianggap melanggar blokade sah. Mereka juga menyatakan telah menawarkan jalur alternatif untuk menyalurkan bantuan secara damai ke Gaza, namun konvoi tetap memilih melanjutkan pelayaran. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore