Tangkapan layar video amatir kru Global Flotilla Sumud yang dicegat tentara Israel saat hendak mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza. (Global Flotilla Sumud).
JawaPos.com - Upaya internasional menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza kembali digagalkan. Rabu (1/10) malam waktu setempat, pasukan Israel mulai mencegat Global Sumud Flotilla (GSF), armada 44 kapal yang membawa ratusan ton obat-obatan, pangan, susu bayi, popok hingga kaki palsu bagi warga Palestina yang terkepung oleh kekejaman Zionis.
Mengutip Zeteo, di atas kapal itu terdapat sekitar 500 relawan dari lebih dari 45 negara, termasuk figur publik dan politisi Eropa: anggota parlemen Uni Eropa Rima Hassan dan Emma Forreau, cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela, mantan wali kota Barcelona Ada Colau, aktivis lingkungan Greta Thunberg, hingga aktris Prancis Adèle Haenel.
Namun, siaran langsung dari kapal mendadak terputus saat pasukan Israel melakukan intersepsi. Salah satu kapal, Alma, sempat kembali menyiarkan kondisi dek yang tampak kosong setelah operasi berlangsung.
Militer Israel belum memberi komentar resmi. Namun, sebelumnya otoritas Israel menyatakan relawan yang dicegat akan dikirim ke penjara Ketziot.
Salah satu kru flotilla, Tommy Marcus alias influencer Quentin Quarantino, bahkan sempat menulis bahwa “ditahan di Ketziot adalah kehormatan tertinggi dalam hidup saya,” sembari berharap aksi mereka bisa membuka mata dunia soal genosida di Palestina.
Pencegatan flotilla ini terjadi di tengah derasnya desakan politik global. Sejak berlayar pada Agustus lalu, armada ini kerap menghadapi serangan drone dan insiden serius, termasuk serangan munisi yang membakar salah satu kapal berbendera Inggris.
Ratusan politisi Eropa sebelumnya meminta agar Uni Eropa mengerahkan sumber daya untuk melindungi flotilla. Italia dan Spanyol sempat mengirim kapal militer untuk mengawal, namun keduanya berbalik arah sebelum rombongan memasuki jalur terakhir menuju Gaza.
Sementara itu, Palang Merah Turki sempat menyuplai makanan dan obat-obatan tambahan bagi armada tersebut. Dari Amerika Serikat, sejumlah anggota Kongres juga mendesak pemerintahan Donald Trump menjamin keselamatan flotilla.
Namun tuntutan itu diabaikan. Ironisnya, beberapa hari setelah itu, PM Israel Benjamin Netanyahu disambut di Washington dalam kunjungan keempatnya sejak Trump menjabat. Keduanya mengumumkan rencana 20 poin 'mengakhiri genosida' tanpa melibatkan perwakilan resmi Palestina.
Sementara itu, situasi di Gaza kian memburuk. Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 51 warga sipil tewas dan 180 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Blokade ketat Israel juga telah menyebabkan 455 orang meninggal akibat kelaparan, menambah daftar panjang korban dari pengepungan yang disebut banyak pihak sebagai bentuk hukuman kolektif.
Intersepsi terhadap Global Sumud Flotilla menambah catatan panjang pembungkaman upaya kemanusiaan menuju Gaza. Di mata banyak pengamat, langkah Israel ini bukan hanya serangan terhadap relawan sipil internasional, melainkan juga sinyal bahwa bantuan kemanusiaan tetap menjadi senjata politik dalam konflik berkepanjangan di Palestina.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
