
Warren Buffett, investor legendaris dan CEO Berkshire Hathaway, yang tengah menyiapkan akuisisi besar unit petrokimia Occidental Petroleum senilai Rp 166,9 triliun. (Reuters)
JawaPos.com — Warren Buffett, investor legendaris berusia 95 tahun, dilaporkan tengah mengincar kesepakatan terbesar Berkshire Hathaway dalam tiga tahun terakhir.
Perusahaan konglomerat yang berbasis di Omaha ini disebut-sebut menargetkan akuisisi unit petrokimia Occidental Petroleum, OxyChem, senilai sekitar USD 10 miliar (setara Rp 166,9 triliun dengan kurs Rp 16.690 per USD), menurut laporan Wall Street Journal pada Selasa (30/9/2025).
Dilansir dari CNBC, Kamis (2/10/2025), kesepakatan potensial ini diperkirakan dapat terealisasi dalam beberapa hari mendatang. Jika terwujud, transaksi ini akan menjadi yang terbesar sejak 2022, ketika Berkshire Hathaway membeli perusahaan asuransi Alleghany senilai USD 11,6 miliar (Rp 193,7 triliun), yang diumumkan pada Maret 2022 dan selesai pada Oktober 2022. Saat ini, Berkshire mencatat cadangan kas rekor mencapai USD 344 miliar (Rp 5.735 triliun).
Meski Buffett akan mengundurkan diri sebagai CEO Berkshire pada akhir 2025, dia akan tetap menjabat sebagai ketua. Penggantinya, Greg Abel, yang sebelumnya menjabat CEO Berkshire Hathaway Energy, dikenal memiliki keahlian mendalam di sektor energi. Hal ini menunjukkan fokus perusahaan untuk terus menguatkan posisi di industri energi global.
Saham Occidental Petroleum yang berbasis di Houston turun 1,8 persen pada Selasa, meski laporan Wall Street Journal telah mencuat. Berkshire sendiri sudah memiliki lebih dari USD 11 miliar (Rp 183,6 triliun) saham Occidental, atau sekitar 28,2 persen kepemilikan. Buffett sebelumnya menegaskan, “Saya tidak berniat mengambil alih sepenuhnya perusahaan minyak ini,” merujuk pada perusahaan yang didirikan oleh Armand Hammer itu.
Sejarah keterlibatan Buffett dengan Occidental menunjukkan strategi investasi yang konsisten. Pada 2019, Buffett membantu membiayai pembelian Anadarko Petroleum oleh Occidental dengan komitmen USD 10 miliar (Rp 166,9 triliun), memperoleh saham preferen dan waran untuk membeli saham biasa. Langkah ini menandai kepercayaan Buffett terhadap potensi jangka panjang perusahaan energi tersebut.
Buffett mulai membeli saham biasa Occidental di pasar terbuka pada awal 2022 setelah membaca transkrip konferensi pendapatan perusahaan. Dia memanfaatkan volatilitas pasar saat pandemi COVID-19 untuk memperoleh saham dengan harga diskon. Buffett juga menilai dividen 2 persen dan investasi Occidental dalam bisnis penangkapan karbon sebagai nilai tambah jangka panjang.
Kesepakatan ini memperlihatkan pola strategi Buffett yang hati-hati namun agresif ketika melihat peluang bernilai tinggi. Dengan latar belakang energi dan inovasi teknologi, pengambilalihan OxyChem berpotensi memperkuat portofolio Berkshire di sektor petrokimia, sekaligus memanfaatkan tren energi yang lebih ramah lingkungan.
Investor global memperhatikan langkah ini dengan seksama. Buffett, yang dikenal sebagai Oracle of Omaha, kembali menunjukkan ketajamannya dalam memilih aset bernilai, meskipun menjelang transisi kepemimpinan. “Kesempatan ini sesuai dengan prinsip investasi jangka panjang Buffett,” kata seorang analis energi di Wall Street, menyoroti strategi Buffett yang tetap konservatif namun visioner.
Jika transaksi OxyChem terealisasi, langkah ini akan menegaskan posisi Berkshire Hathaway sebagai pemain dominan dalam industri energi global, sekaligus menandai salah satu keputusan besar terakhir Buffett sebagai CEO aktif sebelum menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Greg Abel.
***
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022