
Tampak Gedung Pentagon di Washington, D.C., Amerika Serikat, seiring rencana kerja sama militer AS dan Prancis dalam operasi satelit. (Reuters)
JawaPos.com — Amerika Serikat (AS) dan Prancis berencana melaksanakan misi kedua manuver satelit militer secara terkoordinasi di orbit Bumi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan intelijen sekutu Barat di tengah ekspansi militer Tiongkok di luar angkasa.
Dilansir dari Reuters, Kamis (2/10/2025), operasi tersebut akan menjadi misi ketiga yang dilakukan Pentagon bersama sekutu di luar angkasa, setelah manuver perdana dengan Prancis pada akhir tahun lalu serta latihan bersama dengan Inggris awal September ini.
Sementara itu, Letnan Jenderal Douglas Schiess, komandan komponen Angkatan Luar Angkasa AS yang bertugas mendukung operasi rahasia di bawah Komando Luar Angkasa AS, menegaskan,
“Kami sedang merencanakan kerja sama dengan Prancis saat ini.” Dia juga menambahkan bahwa langkah serupa dengan negara lain mungkin akan menyusul.
Persaingan di luar angkasa sendiri kian memanas seiring meningkatnya jumlah satelit yang sangat penting bagi komunikasi, peringatan rudal, serta intelijen medan perang.
Tiongkok, Rusia, dan AS telah menguji senjata anti-satelit serta meluncurkan wahana antariksa manuver, sehingga menimbulkan kekhawatiran serangan yang dapat mengganggu navigasi GPS maupun jalur komunikasi vital di Bumi.
Di sisi lain, Prancis sebagai negara dengan belanja ruang angkasa terbesar di Eropa memandang kerja sama ini sebagai bentuk solidaritas strategis.
Komando Antariksa Prancis dalam pernyataan resminya menyebut tujuan latihan bersama dengan AS adalah “memperkuat kerja sama, belajar mengoordinasikan aksi, serta menunjukkan solidaritas strategis.”
Hal senada disampaikan Komandan Komando Antariksa Prancis, Mayor Jenderal Vincent Chusseau. Dalam wawancara dengan Reuters di Paris, dia menyatakan, “Kami menganggapnya sebagai sebuah keberhasilan,” meski enggan memerinci lebih lanjut terkait detail operasi pertama tersebut.
Dalam misi perdana, satu satelit militer AS dan satu satelit Prancis melakukan operasi “rendezvous and proximity”, yakni manuver satelit untuk saling mendekat dan berada dalam jarak dekat guna menguji kemampuan pengendalian orbit.
Operasi ini dilakukan dengan mendekati sebuah satelit milik “kompetitor strategis”. Komandan Komando Luar Angkasa AS, Jenderal Stephen Whiting, mengungkapkan hal itu pada April lalu, meski pihak AS tidak merinci identitas satelit ketiga yang terlibat.
Adapun latihan kedua bersama Inggris berlangsung pada 4–12 September, ketika satelit AS bermanuver mendekati satelit komunikasi militer Inggris SKYNET 5A di orbit geostasioner, sekitar 36.000 kilometer dari Bumi.
Kepala Komando Antariksa Inggris, Mayor Jenderal Paul Tedman, mengatakan, “Operasi ini merupakan yang pertama bagi unit kami dan menandai peningkatan signifikan dalam kemampuan operasional.”
Pejabat militer Barat, termasuk dari AS, Eropa, dan Kanada, berulang kali memperingatkan meningkatnya ancaman terhadap satelit, baik yang bersifat militer maupun komersial. Jaringan satelit swasta seperti Starlink milik SpaceX, yang digunakan ratusan juta orang di seluruh dunia, juga masuk dalam potensi target konflik.
***

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
