
Presiden AS Donald Trump saat berpidato di sidang PBB. (X/SecRubio)
JawaPos.com - Pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (23/9) diwarnai insiden teknis yang tak terduga. Trump menyinggung eskalator yang macet hingga teleprompter yang tidak berfungsi. Meski begitu, Trump tetap melanjutkan pidatonya dan menjadikannya momen untuk menyindir lembaga internasional tersebut.
Insiden pertama terjadi saat Trump menaiki eskalator menuju ruang sidang. Eskalator tiba-tiba berhenti sesaat setelah Trump menginjaknya, memaksa presiden AS itu untuk berjalan menaiki eskalator. Tak lama setelah tiba di podium, Trump menyebut teleprompter yang seharusnya menampilkan pidatonya juga tidak menyala.
“Saya tidak keberatan menyampaikan pidato ini tanpa teleprompter, karena teleprompternya tidak berfungsi,” ujar Trump dilansir dari laman New York Post (24/9).
“Saya hanya bisa mengatakan bahwa siapa pun yang mengoperasikan teleprompter ini, sedang dalam masalah besar,” sambung Trump disambut tawa para delegasi dan pemimpin dunia.
Setelah sekitar satu menit, teleprompter akhirnya menyala dan pidato Trump kembali dilanjutkan. Namun, gangguan teknis tersebut tampaknya cukup mengganggu Trump. Sekitar 10 menit setelah mulai berbicara, ia kembali menyinggung insiden tersebut.
Selain masalah teknis teleprompter, Trump juga menyinggung soal gedung PBB. Trump mengenang keterlibatannya di masa lalu dalam proyek renovasi markas besar PBB di Manhattan.Trump menyebut pernah mengajukan penawaran untuk merenovasi gedung tersebut di awal 2000-an, namun tidak terpilih.
“Melihat bangunannya sekarang, dan melihat saya terjebak di eskalator, menurut saya mereka masih belum menyelesaikan pekerjaannya,” ungkap Trump.
Meski sempat bercanda, Trump tetap menyampaikan sejumlah poin di dalam pidatonya. Seperti mengkritik negara-negara yang membiarkan gelombang migrasi, hingga menganggap energi terbarukan dan perubahan iklim bukanlah hal yang penting. Dalam pidatonya yang hampir satu jam itu, Trump tidak banyak menyinggung soal Ukraina dan Palestina yang sedang menjadi isu global.
Setelah pidatonya itu, Trump menanggapi insiden yang dialaminya lewat akun Truth Social miliknya.
“Dua kejadian itu mungkin justru membuat pidatonya lebih menarik daripada seharusnya.”
“Berbicara di Perserikatan Bangsa-Bangsa selalu merupakan suatu kehormatan, bahkan jika peralatan mereka agak bermasalah,” tulis Trump. (*)

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
