Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 20.14 WIB

Arogansi Israel Makin Tak Terkendali, Mesir dan Iran Serukan Negara Muslim Bentuk NATO Versi Negara Islam

Asap mengepul di Doha, Qatar, karena serangan Israel. (Al-Jazeera) - Image

Asap mengepul di Doha, Qatar, karena serangan Israel. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Iran dan Mesir kini memimpin seruan untuk membentuk aliansi pertahanan bersama ala NATO, namun versi negara Islam. 

Saran tersebut muncul menyusul serangan Israel terhadap kompleks perumahan di Doha yang digunakan delegasi Hamas sebagai tempat tinggal.

Sidang darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) yang digelar di Qatar, Senin (15/9) kemarin menjadi panggung bagi wacana paling serius dalam beberapa dekade terakhir tentang pembentukan blok militer Muslim.

Diketahui, gelombang serangan Israel dalam setahun terakhir, mulai dari gempuran ke sasaran Iran, serangan berkelanjutan di Gaza, hingga eskalasi terbaru di Qatar, menjadikan Israel digambarkan sebagai ancaman utama stabilitas kawasan.

Sejumlah pejabat Arab dan Iran memperingatkan, tanpa langkah nyata, negara-negara Timur Tengah akan semakin rentan terhadap operasi militer Israel di masa depan. Demikian mengutip Newsweek.

Mesir, dengan kekuatan militer terbesar di jazirah Arab, mendorong pembentukan komando militer bersama yang berbasis di Kairo. Iran, lewat pejabat seniornya, bahkan menyerukan koalisi yang lebih luas dan terintegrasi.

Seruan untuk "Tentara Islam Bersatu"

Mantan komandan Garda Revolusi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa Arab Saudi, Turki, hingga Irak bisa menjadi target berikutnya. “Satu-satunya solusi adalah membentuk koalisi militer,” tegasnya.

Seruan itu diperkuat ulama senior Jalal Razavi-Mehr yang mengusulkan terbentuknya tentara Islam tunggal dengan doktrin pertahanan dan serangan bersama.

Meski demikian, suara kehati-hatian juga muncul. Diplomat senior Iran, Mehdi Shoushtari, menyebut bahwa pembentukan pakta militer masih terlalu dini, meski momentum saat ini dianggap lebih kondusif dibanding masa lalu.

Pakistan dan Qatar Ikut Menekan

Pakistan, satu-satunya negara Muslim yang memiliki senjata nuklir, juga mendorong pembentukan satgas gabungan untuk memantau aksi Israel dan merumuskan strategi pencegahan maupun serangan terkoordinasi.

Dari Doha, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengecam keras serangan Israel yang disebutnya sebagai “serangan terhadap prinsip mediasi.”

Ia menilai kegagalan komunitas internasional mengekang Israel hanya akan melanggengkan siklus kekerasan.

Untuk diketahui juga, selama ini, OIC yang menaungi 57 negara anggota lebih banyak menghasilkan pernyataan politik ketimbang langkah nyata.

Namun, sidang darurat kali ini dianggap sebagai ujian apakah retorika dapat berubah menjadi mekanisme pertahanan bersama.

Kehadiran Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandai tekad Teheran untuk memperkuat pengaruhnya di forum yang kerap dipandang lebih condong ke kepemimpinan Arab.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore