Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 16.06 WIB

La Tomatina: Ketika Jalanan Spanyol Jadi Arena Perang Tomat

Masyarakat Spanyol yang sedang mengikuti festival La Tomatina. (Tripadvisor) - Image

Masyarakat Spanyol yang sedang mengikuti festival La Tomatina. (Tripadvisor)

JawaPos.com - Ribuan orang memadati jalanan kota kecil Buñol, Provinsi Valencia, Spanyol, Rabu (27/8), untuk mengikuti La Tomatina, festival lempar tomat terbesar di dunia yang tahun ini menandai perayaan ke-80. Sekitar 120 ton tomat matang disiapkan sebagai “amunisi” dalam perang satu jam yang penuh warna dan kekacauan.

La Tomatina digelar setiap tahun pada hari Rabu terakhir bulan Agustus. Tradisi ini bermula pada 1945, ketika sekelompok anak muda terlibat dalam keributan saat parade lokal dan mulai melempar tomat dari gerobak sayur.

Sejak itu, festival ini berkembang menjadi atraksi internasional yang menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia

“Ini bukan sekadar festival; ini adalah perjalanan tak terlupakan penuh kebersamaan dan keseruan tanpa batas,” tulis laman resmi Tomatina Festival Spain dalam bahasa Inggris.

Festival dimulai dengan tantangan “palo jabón”, di mana peserta mencoba memanjat tiang kayu yang dilumuri minyak untuk meraih ham yang tergantung di puncaknya.

Meski jarang berhasil, momen ini menjadi simbol pembuka sebelum truk-truk pengangkut tomat masuk ke pusat kota dan meramaikan Plaza del Pueblo. Begitu meriam air ditembakkan, perang tomat pun dimulai.

Salah satu aturan utama dalam La Tomatina adalah tomat harus dihancurkan terlebih dahulu sebelum dilempar, guna menghindari cedera.

“Tidak ada tim, tidak ada aturan—kecuali harus menghancurkan dulu sebelum melempar," tulis WION News dalam laporan visualnya.

Setelah satu jam, festival dihentikan dengan suara meriam kedua, dan petugas pemadam kebakaran mulai membersihkan jalanan yang berubah menjadi lautan merah.

Meski terlihat kacau, La Tomatina telah diakui sebagai atraksi wisata internasional oleh pemerintah Spanyol sejak 2002. Jumlah peserta kini dibatasi hingga 20.000 orang demi keamanan dan kenyamanan.

Tiket resmi dijual melalui situs Tomatina.es dan berbagai operator wisata, dengan harga mulai dari €15 hingga €90 tergantung paket yang dipilih.

Festival ini juga menarik perhatian wisatawan dari Asia, termasuk India dan Indonesia.

“La Tomatina telah berubah dari sekadar ‘mimpi Instagram’ menjadi ‘liburan yang direncanakan secara finansial'," ujar Hari Ganapathy, Co-founder PickYourTrail, dalam bahasa Inggris seperti dikutip Business Standard.

Ia mencatat peningkatan 11 persen jumlah wisatawan India yang datang ke Buñol tahun ini dibandingkan tahun lalu.

La Tomatina bukan hanya tentang tomat, tetapi juga tentang semangat kebersamaan, kegembiraan, dan budaya unik Spanyol yang terus hidup dan berkembang. Bagi banyak orang, festival ini menjadi simbol pelarian dari rutinitas dan kesempatan untuk merayakan hidup dengan cara yang tak biasa. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore