
Polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstran yang memblokir jalan di Yerusalem selama protes menuntut pembebasan segera tawanan yang ditahan di Gaza. (AP Photo/Mahmoud Illean).
JawaPos.com - Agresi Israel yang tak kunjung henti terhadap warga Gaza, Palestina, akhirnya mendapatkan tekanan bahkan dari warganya sendiri. Ratusan ribu warga Israel turun ke jalan pada Minggu (17/8) dalam aksi protes nasional terbesar sejak perang Gaza meletus hampir dua tahun lalu.
Mereka menuntut pemerintah segera mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan pembebasan puluhan sandera yang masih ditahan Hamas.
Organisasi Hostages and Missing Families Forum melaporkan hampir setengah juta orang berkumpul di Tel Aviv hingga malam hari. Aksi serupa juga digelar di Yerusalem dan berbagai kota lain, diwarnai penutupan sekolah, bisnis, transportasi publik, hingga restoran.
Sejumlah serikat pekerja besar, termasuk pengacara, dokter, serta forum bisnis ikut serta dalam pemogokan massal ini. Demikian dikutip Al-Jazeera.
Polisi Israel menahan puluhan demonstran dan menggunakan meriam air untuk membubarkan massa. Namun gelombang protes terus membesar, dengan pengunjuk rasa menutup jalan utama penghubung Tel Aviv–Yerusalem, membakar ban, hingga membentangkan bendera Israel bergambar wajah sandera yang masih ditahan.
Para keluarga sandera menegaskan waktu semakin menipis. “Tekanan militer tidak membawa sandera pulang, justru membunuh mereka,” kata Arbel Yehoud, mantan sandera yang dibebaskan sebelumnya.
Forum keluarga sandera memperingatkan sekitar 50 orang masih ditahan di Gaza, namun hanya sekitar 20 yang diyakini masih hidup.
Tokoh oposisi Yair Lapid, mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, hingga sejumlah akademisi dan seniman ikut serta dalam aksi ini. Aktris Hollywood Gal Gadot bahkan mendatangi Hostage Square di Tel Aviv untuk memberi dukungan kepada keluarga korban.
Protes ini berlangsung hanya beberapa hari setelah kabinet keamanan Israel menyetujui rencana melanjutkan serangan besar-besaran ke Kota Gaza. Serangan yang disebut kelompok hak asasi sebagai genosida itu telah menjerumuskan warga Palestina ke ambang kelaparan, sekaligus membuat Israel semakin terisolasi di dunia internasional.
Mantan diplomat Israel Alon Pinkas menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal mengelola krisis ini. “Kebanyakan perdana menteri akan mengundurkan diri setelah 7 Oktober. Netanyahu hanya peduli pada kelangsungan kekuasaannya,” ujarnya kepada Al Jazeera.
Dengan dukungan luas dari keluarga korban, serikat pekerja, hingga tokoh masyarakat, aksi nasional ini menjadi sinyal kuat bahwa perlawanan publik terhadap strategi perang Netanyahu kian menguat.
Tuntutan mereka jelas: hentikan perang, selamatkan sandera, dan kembalikan stabilitas Israel.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
