Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 18.21 WIB

Ratusan Ribu Warga Israel Gelar Aksi Nasional, Desak Akhiri Perang Gaza dan Bebaskan Sandera

Polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstran yang memblokir jalan di Yerusalem selama protes menuntut pembebasan segera tawanan yang ditahan di Gaza. (AP Photo/Mahmoud Illean). - Image

Polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstran yang memblokir jalan di Yerusalem selama protes menuntut pembebasan segera tawanan yang ditahan di Gaza. (AP Photo/Mahmoud Illean).

JawaPos.com - Agresi Israel yang tak kunjung henti terhadap warga Gaza, Palestina, akhirnya mendapatkan tekanan bahkan dari warganya sendiri. Ratusan ribu warga Israel turun ke jalan pada Minggu (17/8) dalam aksi protes nasional terbesar sejak perang Gaza meletus hampir dua tahun lalu. 

Mereka menuntut pemerintah segera mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan pembebasan puluhan sandera yang masih ditahan Hamas.

Organisasi Hostages and Missing Families Forum melaporkan hampir setengah juta orang berkumpul di Tel Aviv hingga malam hari. Aksi serupa juga digelar di Yerusalem dan berbagai kota lain, diwarnai penutupan sekolah, bisnis, transportasi publik, hingga restoran. 

Sejumlah serikat pekerja besar, termasuk pengacara, dokter, serta forum bisnis ikut serta dalam pemogokan massal ini. Demikian dikutip Al-Jazeera.

Polisi Israel menahan puluhan demonstran dan menggunakan meriam air untuk membubarkan massa. Namun gelombang protes terus membesar, dengan pengunjuk rasa menutup jalan utama penghubung Tel Aviv–Yerusalem, membakar ban, hingga membentangkan bendera Israel bergambar wajah sandera yang masih ditahan.

Para keluarga sandera menegaskan waktu semakin menipis. “Tekanan militer tidak membawa sandera pulang, justru membunuh mereka,” kata Arbel Yehoud, mantan sandera yang dibebaskan sebelumnya. 

Forum keluarga sandera memperingatkan sekitar 50 orang masih ditahan di Gaza, namun hanya sekitar 20 yang diyakini masih hidup.

Tokoh oposisi Yair Lapid, mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, hingga sejumlah akademisi dan seniman ikut serta dalam aksi ini. Aktris Hollywood Gal Gadot bahkan mendatangi Hostage Square di Tel Aviv untuk memberi dukungan kepada keluarga korban.

Protes ini berlangsung hanya beberapa hari setelah kabinet keamanan Israel menyetujui rencana melanjutkan serangan besar-besaran ke Kota Gaza. Serangan yang disebut kelompok hak asasi sebagai genosida itu telah menjerumuskan warga Palestina ke ambang kelaparan, sekaligus membuat Israel semakin terisolasi di dunia internasional.

Mantan diplomat Israel Alon Pinkas menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal mengelola krisis ini. “Kebanyakan perdana menteri akan mengundurkan diri setelah 7 Oktober. Netanyahu hanya peduli pada kelangsungan kekuasaannya,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Dengan dukungan luas dari keluarga korban, serikat pekerja, hingga tokoh masyarakat, aksi nasional ini menjadi sinyal kuat bahwa perlawanan publik terhadap strategi perang Netanyahu kian menguat.

Tuntutan mereka jelas: hentikan perang, selamatkan sandera, dan kembalikan stabilitas Israel.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore