
Menlu Republik Belarus Maxim Ryzhenkov (kiri), berdiskusi bersama Konsul Kehormatan Belarus di Surabaya-Indonesia Darmawan Utomo. (Istimewa)
JawaPos.com-Kerja sama antara Indonesia dan Belarus memasuki fase baru yang lebih strategis. Dalam kunjungan resmi pertamanya ke Indonesia, Menteri Luar Negeri Republik Belarus, Maxim Ryzhenkov, bertemu dengan sejumlah tokoh nasional dan pemangku kepentingan untuk membahas peluang kerja sama ekonomi, perdagangan, pendidikan, hingga keberlanjutan.
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah rencana Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). FTA ini dinilai sebagai pintu masuk penting untuk memperkuat akses perdagangan kedua negara dan memperluas kolaborasi di bidang teknologi, alat berat, serta pertukaran sumber daya manusia.
“Kesepakatan ini sangat strategis karena membuka ruang bagi kolaborasi konkret di berbagai sektor prioritas. Indonesia dan Belarus memiliki potensi besar untuk menjalin kerja sama saling menguntungkan,” ujar Konsul Kehormatan Belarus di Surabaya-Indonesia, H.E Darmawan Utomo, yang turut menjadi tuan rumah dalam agenda diplomasi tersebut, Rabu (6/8).
Dalam kesempatan yang sama, Menlu Belarus menyampaikan surat resmi dari Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Darmawan Utomo dalam menjembatani kerja sama bilateral, khususnya dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional strategis, seperti Hashim Djojohadikusumo (Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi), Aryo Djojohadikusumo (Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral), serta para duta besar Indonesia untuk Azerbaijan dan Oman.
Surabaya, melalui peran Konsul Kehormatannya, disebut mengambil posisi penting dalam dinamika diplomasi ini. Bukan hanya sebagai representasi kehormatan semata, tetapi juga sebagai penghubung aktif yang menginisiasi dialog antar pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas strategis di kawasan timur Indonesia.
“Surabaya memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam diplomasi Indonesia–Belarus. Ini bukti bahwa kota-kota di luar Jakarta bisa menjadi simpul penting dalam jaringan kerja sama internasional yang inklusif,” kata Darmawan.
Dialog yang terbangun dalam forum ini tidak hanya mencerminkan penguatan hubungan formal antarnegara, tetapi juga semangat untuk membangun kolaborasi antar masyarakat (people-to-people contact), yang dinilai lebih berkelanjutan.
Dengan terbukanya ruang dialog lintas sektor, kerja sama antara Indonesia dan Belarus diproyeksikan akan terus berkembang dalam waktu dekat. Fokusnya tak hanya pada hubungan antar pemerintah, tapi juga melibatkan sektor swasta, pendidikan, dan komunitas di berbagai daerah. (*)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
