
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan telah mengambil keputusan untuk melanjutkan rencana pendudukan penuh Jalur Gaza, termasuk di wilayah yang masih menahan sandera.
Informasi ini disampaikan sumber dari Kantor Perdana Menteri Israel kepada The Jerusalem Post pada Senin (4/8), di tengah ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Pada Selasa (5/8) pagi, seorang pejabat Israel juga menyebut bahwa Netanyahu akan menggelar pertemuan besar untuk membahas situasi di Gaza dan potensi kesepakatan pembebasan sandera.
“Perdana menteri tengah mempertimbangkan semua opsi terkait langkah selanjutnya,” ujar pejabat tersebut.
Sumber lain menyebut bahwa utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, telah kembali ke Washington untuk melaporkan perkembangan terakhir kepada Presiden Donald Trump.
Menurut dia, terdapat konsensus luas bahwa "kesepakatan apa pun harus mencakup pembebasan seluruh sandera."
Menanggapi kabar mengenai rencana pendudukan penuh oleh Israel, Hamas menyatakan bahwa ancaman seperti ini hanyalah pengulangan belaka dan tidak akan mengubah posisi mereka.
“Ancaman Israel tidak bernilai dan tidak akan memengaruhi keputusan kami,” tegas pernyataan resmi Hamas.
Pernyataan tersebut muncul setelah berbulan-bulan negosiasi yang berlangsung di Doha antara Hamas, Israel, dan sejumlah mediator internasional, yang bertujuan mencapai kesepakatan gencatan senjata sekaligus pembebasan sandera.
Namun, proses negosiasi kembali buntu setelah Hamas menetapkan syarat tambahan: ratusan truk bantuan kemanusiaan harus diizinkan masuk ke Jalur Gaza sebagai prasyarat mereka kembali ke meja perundingan.
Ini dilakukan meski berbagai upaya internasional terus digencarkan untuk menyalurkan bantuan ke Gaza tanpa melibatkan Hamas secara langsung.
Akhir pekan lalu, Hamas merilis sejumlah video yang memperlihatkan kondisi sandera yang sangat memprihatinkan. Mereka mengklaim bahwa para sandera mengalami kelaparan akibat krisis pangan yang parah di Gaza.
Komite Palang Merah Internasional telah menyatakan kesediaannya untuk meningkatkan distribusi bantuan langsung kepada para sandera.
Namun, Hamas menanggapi bahwa bantuan hanya akan diizinkan sampai ke para sandera jika Israel membuka koridor kemanusiaan secara permanen dan menghentikan seluruh aktivitas udara selama proses distribusi bantuan berlangsung.
Situasi ini menandai babak baru dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas, yang kini kembali berada di titik kritis.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
