
Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammed Mustafa berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, 28 Juli 2025. (AP Photo/Richard Drew)
JawaPos.com - Untuk pertama kalinya, sejumlah negara Arab dan Muslim, termasuk Arab Saudi, Qatar, Mesir, Yordania, dan Turki, secara terbuka mengutuk serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
Dalam deklarasi bersama yang ditandatangani Selasa (30/7) di New York, mereka menyerukan agar Hamas segera membebaskan semua sandera, melucuti senjata, dan mengakhiri kekuasaan militernya atas Gaza demi mengakhiri perang berkepanjangan di wilayah tersebut.
Deklarasi yang dikenal sebagai New York Declaration ini merupakan hasil konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan menghidupkan kembali solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina.
Sebanyak 17 negara, ditambah Liga Arab yang beranggotakan 22 negara dan seluruh Uni Eropa, menyatakan dukungannya terhadap dokumen sepanjang tujuh halaman tersebut.
Dalam isi deklarasi, disusun rencana bertahap untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama hampir delapan dekade.
Solusi akhir yang ditawarkan adalah terbentuknya negara Palestina yang merdeka dan tanpa militer, hidup berdampingan secara damai dengan Israel, serta integrasi penuh ke dalam kawasan Timur Tengah.
Deklarasi tersebut menyatakan tegas: “Hamas harus mengakhiri kekuasaannya atas Gaza dan menyerahkan senjata kepada Otoritas Palestina, dengan keterlibatan serta dukungan internasional, sesuai dengan tujuan pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka.”
Mengutip Times of Israel, respons dari pemerintah Israel sangat kontras. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak konferensi dan menentang solusi dua negara dengan alasan keamanan nasional.
Amerika Serikat, sekutu utama Israel, juga memilih memboikot pertemuan ini. “Pertemuan ini tidak produktif dan waktunya tidak tepat,” sebut pernyataan resmi Washington.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, turut melontarkan kritik tajam kepada sekitar 125 negara peserta konferensi. “Ada pihak yang sungguh-sungguh memerangi terorisme dan ekstremisme, namun ada pula yang memilih menutup mata atau berdamai dengan mereka,” katanya.
Deklarasi juga memuat kutukan eksplisit atas serangan berdarah Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. Sekitar 50 sandera masih ditahan hingga kini, sebagian besar diduga telah meninggal dunia.
Seperti sudah disinggung di atas, ini menjadi kali pertama hampir semua negara Arab mengutuk aksi tersebut secara resmi.
Tak hanya menyoroti Hamas, deklarasi ini juga mengecam keras serangan Israel ke Gaza yang menewaskan warga sipil dan menghancurkan infrastruktur penting.
Pernyataan itu menyerukan agar Israel menghentikan blokade kemanusiaan, mengakhiri pembangunan permukiman di Tepi Barat, mencegah kekerasan pemukim terhadap warga Palestina, serta menghormati status quo di Yerusalem.
Salah satu poin penting lainnya adalah seruan untuk mempertimbangkan pengerahan pasukan internasional guna menjaga stabilitas Gaza setelah perang berakhir.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
