Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Agustus 2025 | 02.55 WIB

Kali Pertama, Negara-Negara Arab Kecam Hamas dan Desak Solusi Dua Negara untuk Perdamaian Timur Tengah

Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammed Mustafa berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, 28 Juli 2025. (AP Photo/Richard Drew) - Image

Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammed Mustafa berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, 28 Juli 2025. (AP Photo/Richard Drew)

JawaPos.com - Untuk pertama kalinya, sejumlah negara Arab dan Muslim, termasuk Arab Saudi, Qatar, Mesir, Yordania, dan Turki, secara terbuka mengutuk serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. 

Dalam deklarasi bersama yang ditandatangani Selasa (30/7) di New York, mereka menyerukan agar Hamas segera membebaskan semua sandera, melucuti senjata, dan mengakhiri kekuasaan militernya atas Gaza demi mengakhiri perang berkepanjangan di wilayah tersebut.

Deklarasi yang dikenal sebagai New York Declaration ini merupakan hasil konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan menghidupkan kembali solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina

Sebanyak 17 negara, ditambah Liga Arab yang beranggotakan 22 negara dan seluruh Uni Eropa, menyatakan dukungannya terhadap dokumen sepanjang tujuh halaman tersebut.

Dalam isi deklarasi, disusun rencana bertahap untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama hampir delapan dekade.

Solusi akhir yang ditawarkan adalah terbentuknya negara Palestina yang merdeka dan tanpa militer, hidup berdampingan secara damai dengan Israel, serta integrasi penuh ke dalam kawasan Timur Tengah.

Deklarasi tersebut menyatakan tegas: “Hamas harus mengakhiri kekuasaannya atas Gaza dan menyerahkan senjata kepada Otoritas Palestina, dengan keterlibatan serta dukungan internasional, sesuai dengan tujuan pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka.”

Israel Tolak solusi Dua Negara, AS Boikot Pertemuan

Mengutip Times of Israel, respons dari pemerintah Israel sangat kontras. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak konferensi dan menentang solusi dua negara dengan alasan keamanan nasional. 

Amerika Serikat, sekutu utama Israel, juga memilih memboikot pertemuan ini. “Pertemuan ini tidak produktif dan waktunya tidak tepat,” sebut pernyataan resmi Washington.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, turut melontarkan kritik tajam kepada sekitar 125 negara peserta konferensi. “Ada pihak yang sungguh-sungguh memerangi terorisme dan ekstremisme, namun ada pula yang memilih menutup mata atau berdamai dengan mereka,” katanya.

Deklarasi juga memuat kutukan eksplisit atas serangan berdarah Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. Sekitar 50 sandera masih ditahan hingga kini, sebagian besar diduga telah meninggal dunia. 

Seperti sudah disinggung di atas, ini menjadi kali pertama hampir semua negara Arab mengutuk aksi tersebut secara resmi.

Tak hanya menyoroti Hamas, deklarasi ini juga mengecam keras serangan Israel ke Gaza yang menewaskan warga sipil dan menghancurkan infrastruktur penting. 

Pernyataan itu menyerukan agar Israel menghentikan blokade kemanusiaan, mengakhiri pembangunan permukiman di Tepi Barat, mencegah kekerasan pemukim terhadap warga Palestina, serta menghormati status quo di Yerusalem.

Salah satu poin penting lainnya adalah seruan untuk mempertimbangkan pengerahan pasukan internasional guna menjaga stabilitas Gaza setelah perang berakhir. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore